KabarDermayu.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin, 25 Mei 2026, mengawali pekan dengan kenaikan 25 poin atau 0,42 persen ke level 6.187.
Namun, penguatan ini dibayangi oleh prediksi koreksi kembali. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memperkirakan IHSG berpotensi kembali terkoreksi pada perdagangan hari ini.
“IHSG berpotensi terkoreksi kembali hari ini,” ujar Fanny dalam riset hariannya pada Senin, 25 Mei 2026.
Perdagangan Jumat pekan lalu menunjukkan bursa Asia kompak menguat. Investor masih mencermati perkembangan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait upaya perdamaian di Timur Tengah.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 melonjak 2,7 persen, sementara Topix menguat 1 persen. Korea Selatan melihat indeks Kospi naik 0,4 persen dan Kosdaq melesat 5 persen, didorong oleh saham teknologi dan sektor pertumbuhan.
Bursa Australia dengan indeks S&P/ASX 200 juga menguat 0,4 persen, dan Hang Seng Hong Kong bertambah 0,7 persen. Data inflasi inti Jepang pada April 2026 yang lebih rendah dari perkiraan (1,4 persen) sedikit menekan peluang kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan dalam waktu dekat.
Baca juga: Netanyahu: Trump Setuju Negosiasi Iran Harus Singkirkan Senjata Nuklir
Fanny Suherman memproyeksikan level support IHSG berada di kisaran 5.900-6.100, sementara level resistance di rentang 6.200-6.250.
Di sisi lain, bursa Wall Street ditutup positif pada Jumat lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,58 persen, S&P 500 menguat 0,37 persen, dan Nasdaq Composite bertambah 0,19 persen.
Sentimen positif di Wall Street juga dipicu oleh meredanya imbal hasil obligasi pemerintah AS dan harapan pasar terhadap potensi meredanya konflik AS-Iran. Laporan Reuters menyebutkan tim dari Qatar telah terbang ke Teheran untuk memfasilitasi kesepakatan damai.
Harga minyak mentah juga menunjukkan penguatan. Brent naik 0,9 persen menjadi US$103,54 per barel, sementara WTI menguat sekitar 0,3 persen menjadi US$96,60 per barel.
Dari sektor emiten, saham perusahaan semikonduktor Qualcomm mengalami lonjakan hampir 12 persen, menandai kenaikan tiga hari berturut-turut.





