Indonesia Afrika Selatan Perkuat Ekonomi, Bidik Peluang di Tengah Gejolak

oleh -1 Dilihat
Indonesia Afrika Selatan Perkuat Ekonomi, Bidik Peluang di Tengah Gejolak

KabarDermayu.com – Indonesia dan Afrika Selatan secara aktif memperkuat kemitraan ekonomi mereka. Upaya ini dilakukan di tengah lanskap ekonomi global yang semakin dinamis dan penuh tantangan.

Salah satu inisiatif penting adalah penyelenggaraan Indonesia–South Africa Business Networking Session. Acara ini diinisiasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town bekerja sama dengan ITPC Johannesburg di Cape Town pada Jumat, 12 Juni 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan. Termasuk perwakilan dari ITPC Johannesburg, Wesgro, Arushvest Capital, Indobizco, komunitas bisnis Afrika Selatan, delegasi perusahaan Indonesia, serta perwakilan dari Kementerian Luar Negeri RI dan Iterati (Institute of Engineering, Technicians and Technology of Indonesia).

Kehadiran Iterati memiliki kaitan erat dengan partisipasi mereka bersama Persatuan Insinyur Indonesia dalam International Engineering Alliance Meetings yang juga berlangsung di Cape Town. Indonesia sendiri dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan penting ini pada tahun depan.

Dalam sambutannya, Konsul Jenderal RI di Cape Town menekankan bahwa forum bisnis ini terselenggara pada momen yang sangat strategis. Hal ini mengingat dunia saat ini sedang mengalami perubahan signifikan dalam tatanan ekonomi global.

“Dinamika ekonomi global terus berkembang dengan menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Hubungan ekonomi yang selama ini telah terbangun mengalami redefinisi, sementara dunia usaha harus beradaptasi dengan kondisi yang semakin kompleks dan tidak menentu,” ujarnya.

Ia melanjutkan, gangguan pada rantai pasok global, meningkatnya ketegangan geopolitik, serta perubahan kondisi pasar global mendorong banyak negara dan pelaku usaha untuk mencari mitra yang lebih terpercaya. Selain itu, mereka juga berupaya memperluas akses pasar dan membangun rantai pasok yang lebih kuat.

Dalam konteks ini, Indonesia dan Afrika Selatan dinilai memiliki posisi yang strategis. Kedua negara dapat saling mempererat kerja sama ekonomi sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Sebagai negara dengan peran penting di kawasan Asia Tenggara dan Afrika, Indonesia dan Afrika Selatan memiliki sejumlah agenda pembangunan yang sejalan. Prioritas utama mencakup penguatan ketahanan pangan, percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, pengembangan sektor industrialisasi, transisi menuju energi hijau dan terbarukan, serta peningkatan keterlibatan dalam rantai nilai global.

“Kesamaan visi tersebut menjadi fondasi yang kuat bagi kemitraan ekonomi yang lebih mendalam dan strategis antara Indonesia dan Afrika Selatan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Konsul Jenderal juga memberikan apresiasi atas partisipasi 12 perusahaan Indonesia dalam Africa Food Show 2026. Perusahaan-perusahaan ini bergerak di berbagai sektor, meliputi kopi, teh, cokelat, biskuit dan produk konfeksioneri, bahan baku dan rempah-rempah, produk konsumen, produk kebersihan, hingga bahan bangunan dan solusi interior.

Keikutsertaan perusahaan-perusahaan Indonesia ini mencerminkan minat yang terus meningkat dari para pelaku usaha dalam negeri. Mereka ingin memperluas aktivitas perdagangan dan investasi, baik di pasar Afrika Selatan maupun di pasar Afrika secara keseluruhan.

“Yang lebih penting, kehadiran mereka mencerminkan kepercayaan pelaku usaha Indonesia terhadap besarnya peluang yang ditawarkan Afrika Selatan sebagai gerbang menuju pasar Afrika,” ujarnya.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa forum business networking ini diselenggarakan dengan tujuan utama mendorong dialog, berbagi informasi pasar, serta bertukar pengalaman bisnis. Tujuannya adalah untuk membangun hubungan yang berpotensi berkembang menjadi kerja sama nyata di masa mendatang.

Menurutnya, banyak kemitraan bisnis yang sukses berawal dari komunikasi dan pertemuan yang sederhana.

“Melalui pertemuan ini, perusahaan Indonesia dan Afrika Selatan dapat saling memahami kekuatan, kebutuhan, dan aspirasi masing-masing. Dari sana lahir kepercayaan, kemitraan, dan peluang pertumbuhan baru,” katanya.

KJRI Cape Town, bersama dengan ITPC Johannesburg dan para mitra terkait, menegaskan komitmen mereka. Komitmen tersebut adalah untuk terus memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui pengembangan jaringan bisnis, promosi perdagangan, serta peningkatan hubungan antarpelaku usaha dan masyarakat.

Menutup sambutannya, Konsul Jenderal mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan forum tersebut. Forum ini diharapkan dapat menjadi sarana membangun kepercayaan, menjajaki peluang kerja sama, menciptakan kemitraan baru, serta membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan kesejahteraan bersama.

Ia menambahkan, dialog yang terjalin dalam pertemuan tersebut berpotensi menjadi awal dari lahirnya kontrak bisnis, investasi baru, dan berbagai kisah sukses di masa mendatang.

“Setiap kemitraan yang kuat dimulai dengan jabat tangan, tumbuh melalui kepercayaan, dan berhasil melalui komitmen bersama.”

“Percakapan hari ini bisa menjadi kontrak masa depan, investasi masa depan, dan kisah sukses masa depan,” pungkasnya.