Iran Tawarkan Dilema ke AS: Militer atau Kesepakatan

oleh -4 Dilihat
Iran Tawarkan Dilema ke AS: Militer atau Kesepakatan

KabarDermayu.com – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini berada dalam posisi yang sulit, dihadapkan pada dua pilihan yang tidak menguntungkan.

Pilihan tersebut adalah melancarkan operasi militer yang dinilai mustahil berhasil atau menerima kesepakatan yang merugikan Iran.

Melalui sebuah unggahan di platform media sosial yang berbasis di Amerika Serikat, departemen intelijen IRGC menyampaikan bahwa Teheran telah menetapkan tenggat waktu bagi militer AS. Tenggat waktu ini bertujuan agar AS mengakhiri blokade yang diterapkan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Iran juga menambahkan bahwa negara-negara Eropa, China, dan Rusia semakin menunjukkan sikap kritis terhadap kebijakan yang dikeluarkan oleh Washington.

Baca juga di sini: Andra Ramadhan Akui Kehebatan Zendhy Kusuma di Experience Guitars Show 2026

Menurut pernyataan IRGC pada Minggu, 3 Mei 2026, “Hanya ada satu cara untuk menafsirkan ini: Trump harus memilih antara operasi militer yang mustahil dilakukan atau kesepakatan buruk dengan Republik Islam Iran. Ruang bagi AS untuk mengambil keputusan menjadi semakin sempit.”

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran telah meningkat sejak 28 Februari. Insiden ini memicu balasan dari Iran terhadap Israel dan sekutu Amerika di wilayah Teluk, yang berujung pada penutupan Selat Hormuz.

Sejak tanggal 13 April, Amerika Serikat telah memberlakukan blokade angkatan laut yang secara spesifik menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur air strategis tersebut.

Sebuah gencatan senjata selama dua pekan sempat diumumkan pada 8 April, yang difasilitasi oleh Pakistan. Pembicaraan langsung kemudian dilanjutkan di Islamabad pada 11 April. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada kesepakatan yang tercapai mengenai gencatan senjata yang bersifat permanen.

Presiden Trump kemudian memutuskan untuk memperpanjang gencatan senjata tersebut tanpa menetapkan tenggat waktu baru, sejalan dengan permintaan dari pihak Pakistan.