KabarDermayu.com – Kebakaran besar yang melanda fasilitas minyak di Pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA), pada Senin lalu dikaitkan dengan aktivitas militer Amerika Serikat di kawasan Selat Hormuz.
Media penyiaran Iran, IRIB, mengutip sumber militer senior, melaporkan bahwa angkatan bersenjata Iran tidak memiliki rencana sebelumnya untuk menyerang fasilitas minyak tersebut. Hal ini berbeda dengan pernyataan otoritas Fujairah yang menyebutkan kebakaran terjadi di Fujairah Oil Industry Zone dan menuding Iran melancarkan serangan drone.
Baca juga: Wanita Kritis Akibat Ditembak Sniper Israel, H-10 Pernikahan
Sumber tersebut menyatakan bahwa insiden ini merupakan akibat dari upaya militer AS untuk menciptakan jalur bagi kapal-kapal yang melintas secara ilegal melalui perairan terlarang di Selat Hormuz. Militer Amerika Serikat diminta bertanggung jawab atas kejadian ini, dengan kritik dilayangkan atas sikap ceroboh yang membahayakan stabilitas kawasan.
Dalam kritiknya terhadap kebijakan luar negeri AS yang dinilai memicu ketegangan, sumber itu mendesak pejabat Amerika untuk mengubah pendekatan mereka. Ia menekankan pentingnya menghentikan penggunaan kekuatan dalam diplomasi dan mengakhiri “petualangan militer” di kawasan minyak yang sensitif, yang berdampak pada perekonomian global.
Kebakaran di Pelabuhan Fujairah, yang merupakan pusat energi penting di UEA, terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan perintah operasi militer untuk mematahkan kendali Iran atas Selat Hormuz dan memastikan kelancaran lalu lintas kapal komersial.
Menanggapi hal tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memberikan peringatan. Setiap upaya kapal militer maupun komersial AS untuk melintasi Selat Hormuz tanpa koordinasi dengan otoritas Iran akan dihadapi dengan tindakan cepat dan tegas.
Iran dikabarkan telah mengendalikan Selat Hormuz sejak awal eskalasi konflik dengan AS dan Israel pada akhir Februari. Hanya kapal yang dianggap tidak bermusuhan dan mematuhi protokol keamanan yang ditetapkan militer Iran yang diizinkan melintas.
Sebelumnya pada hari yang sama, Angkatan Laut Iran dilaporkan menembakkan rudal dan drone sebagai peringatan kepada kapal perang AS yang mendekati Selat Hormuz, sebagai bentuk tantangan terhadap klaim kendali Iran.





