Israel Biang Kerok Krisis Timur Tengah, Kata Erdogan

oleh -5 Dilihat
Israel Biang Kerok Krisis Timur Tengah, Kata Erdogan

KabarDermayu.com – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, menegaskan bahwa upaya menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di Timur Tengah sangat bergantung pada kemampuan untuk “menetralisir provokasi Israel.” Pernyataan ini disampaikan Erdoğan kepada para jurnalis dalam perjalanan pulang dari Kazakhstan pada hari Jumat.

Menurut Erdoğan, langkah pertama menuju perdamaian sejati adalah menghentikan provokasi Israel, terutama yang ia sebut sebagai serangan AS-Israel terhadap Iran. Ia menekankan bahwa provokasi yang terus-menerus dilakukan oleh Israel merupakan salah satu pemicu utama krisis yang sedang terjadi di kawasan tersebut.

Lebih lanjut, Erdoğan memperingatkan bahwa Israel diduga berupaya memperluas konflik di seluruh Timur Tengah demi ambisi mereka sendiri. Ia secara gamblang menyatakan bahwa provokasi Israel yang masih berlangsung hingga kini adalah salah satu alasan fundamental munculnya krisis regional.

Menghadapi situasi ini, Turki berkomitmen untuk memperkuat kapasitas pertahanannya. Selain itu, Ankara juga berencana untuk memperdalam hubungan diplomatik dengan negara-negara sekutu di NATO dan Uni Eropa.

Turki juga akan terus mengerahkan segala upaya untuk mencegah kekacauan yang ada saat ini berkembang menjadi krisis yang lebih kompleks. Erdoğan menekankan pentingnya penyelesaian masalah regional oleh negara-negara di kawasan itu sendiri, tanpa adanya campur tangan dari pihak luar.

Presiden Turki itu juga menambahkan bahwa demi terwujudnya stabilitas jangka panjang di Timur Tengah, semua pihak harus mampu mengesampingkan perhitungan jangka pendek. Negara-negara di kawasan ini diharapkan dapat membela hak-hak warga negara mereka, bukan kepentingan aktor-aktor dari luar kawasan.

Baca juga: Xabi Alonso Tentukan Pilihan Antara Chelsea dan Liverpool

Menurut pandangan Erdoğan, perdamaian abadi di Timur Tengah hanya dapat dicapai melalui penghentian tindakan eskalasi. Ia juga menyerukan agar keuntungan politik jangka pendek dikesampingkan demi kepentingan negara masing-masing, daripada mengutamakan kepentingan negara asing atau perusahaan multinasional.