KabarDermayu.com – Otoritas Prancis pada hari Rabu, 13 Mei 2026, menahan sebuah kapal pesiar Inggris yang membawa lebih dari 1.700 penumpang dan awak kapal. Keputusan ini diambil setelah seorang penumpang lanjut usia meninggal di atas kapal dan puluhan lainnya dilaporkan menderita penyakit perut.
Sebelumnya, otoritas telah memerintahkan karantina wilayah bagi seluruh penumpang dan awak kapal yang berjumlah lebih dari 1.700 orang. Namun, pihak berwenang dengan tegas membantah adanya kaitan antara insiden ini dengan wabah hantavirus yang diduga telah menewaskan tiga orang di kapal pesiar MV Hondius berbendera Belanda, yang sempat memicu kekhawatiran internasional.
Kapal bernama Ambition ini dioperasikan oleh Ambassador Cruise Line, sebuah perusahaan yang berbasis di Inggris. Kapal tersebut tiba di pelabuhan Bordeaux, Prancis, pada hari Selasa. Di dalamnya terdapat 1.233 penumpang, mayoritas berasal dari Inggris dan Irlandia, serta 514 awak kapal.
Perjalanan kapal Ambition saat itu sedang berada di tengah-tengah rute selama 14 malam yang dimulai dari Belfast dan Liverpool. Rencananya, kapal tersebut akan melakukan pemberhentian di Spanyol utara dan menyusuri sepanjang pantai Atlantik Prancis. Jadwal kepulangan kapal ke Liverpool adalah pada tanggal 22 Mei.
Ketika kapal tiba di Bordeaux pada Selasa malam, penyakit perut tersebut dilaporkan telah menyebar di antara penumpang. Pihak operator kapal, Ambassador Cruise Line, menyatakan bahwa protokol sanitasi dan pencegahan telah segera diterapkan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Hasil pengujian yang dilakukan mengkonfirmasi bahwa wabah di kapal Ambition, yang saat itu berlabuh di pelabuhan Bordeaux, Prancis barat, merupakan “infeksi gastrointestinal yang berasal dari virus”. Hal ini disampaikan oleh pemerintah setempat dan badan kesehatan regional dalam sebuah pernyataan bersama.
Mereka juga menambahkan bahwa tidak ada kasus yang dilaporkan dalam kondisi parah. Individu yang tidak menunjukkan gejala kini diizinkan untuk turun dari kapal. Namun, mereka yang terinfeksi diwajibkan untuk tetap menjalani isolasi di atas kapal.
Otoritas Prancis pada hari Rabu kemudian mengizinkan penumpang yang tidak menunjukkan gejala untuk meninggalkan kapal pesiar. Pihak berwenang menyatakan bahwa virus gastrointestinal menjadi penyebab wabah penyakit tersebut, yang terjadi setelah seorang pria lanjut usia meninggal dunia akibat serangan jantung.
Insiden wabah virus perut di kapal pesiar bukanlah hal yang baru. Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mencatat bahwa terdapat sekitar 23 wabah gastrointestinal di kapal-kapal pesiar pada tahun lalu.
Penumpang Lansia Meninggal di Atas Kapal
Seorang penumpang asal Inggris yang berusia 92 tahun meninggal dunia di atas kapal pesiar tersebut. Namun, otoritas kesehatan Prancis menyatakan bahwa kematiannya disebabkan oleh serangan jantung dan tampaknya tidak terkait dengan penyakit yang sedang mewabah di kapal.
“Pada tahap ini, belum ada kaitan yang ditetapkan dengan episode gastroenteritis,” tambah para pejabat terkait.
Otoritas pelabuhan melaporkan bahwa jenazah penumpang tersebut tetap berada di atas kapal, “sesuai dengan konvensi internasional”.
Meskipun demikian, Etienne Guyot, prefek wilayah Nouvelle-Aquitaine dan departemen Gironde, awalnya mengambil langkah menangguhkan penurunan penumpang dari kapal dan membatasi interaksi dengan pelabuhan Bordeaux. Keputusan ini diambil atas rekomendasi dari badan kesehatan regional, Agence Regionale de Sante Nouvelle-Aquitaine.
Larangan penurunan penumpang tersebut bersifat sementara, sambil menunggu hasil tes medis lebih lanjut, demikian kata para pejabat.
Larangan penurunan penumpang dari kapal Prancis ini terjadi di tengah situasi global yang sedang menghadapi wabah kompleks virus hantavirus langka di atas kapal pesiar di Atlantik selatan bulan ini, yang telah merenggut tiga nyawa.
Pihak berwenang di Prancis dengan tegas mengklarifikasi bahwa tidak ada hubungan sama sekali antara kapal Inggris yang berlabuh di Bordeaux dengan wabah hantavirus yang terjadi di kapal lain.
Baca juga: Tanpa Mitoma, skuad Jepang untuk Piala Dunia 2026
Perusahaan operator kapal pesiar tersebut melalui halaman Facebook-nya menyatakan bahwa data yang mereka miliki menunjukkan peningkatan kasus penyakit setelah para penumpang naik kapal di Liverpool pada hari Sabtu. (DW, CNA)





