KabarDermayu.com – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi, mewakili pemerintah dan Istana Kepresidenan, menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas musibah gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah.
Gempa yang terjadi pada Selasa, 16 Juni 2026, ini telah menimbulkan dampak serius. Tercatat, satu warga meninggal dunia, tiga orang mengalami luka berat, dan 73 lainnya menderita luka ringan. Bencana ini juga secara langsung berdampak pada kehidupan 5.784 jiwa.
“Kami mohon izin menyampaikan rasa dukacita terhadap kejadian gempa di Palu kemarin, yang ada satu korban meninggal dunia dan beberapa yang sedang dirawat,” ujar Prasetyo Hadi saat ditemui di Hambalang, Bogor, pada Rabu, 17 Juni 2026.
Pemerintah, lanjutnya, telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait. Termasuk di antaranya adalah Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, untuk memastikan bahwa seluruh upaya penanganan pascagempa dapat dilaksanakan secara maksimal dan efektif.
“Pagi tadi kami juga sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan juga dengan Gubernur Sulawesi Tengah untuk memastikan seluruh penanganan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.
Selain itu, Prasetyo Hadi juga mengimbau Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk terus memberikan informasi terkini kepada masyarakat. Tujuannya adalah agar masyarakat tidak panik dan tetap siaga mengantisipasi potensi terjadinya gempa susulan.
“Termasuk terus memberikan informasi kepada masyarakat untuk tidak boleh lengah, tetap waspada apabila mengantisipasi kejadian gempa-gempa susulan,” tegasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, tercatat sebanyak 841 unit rumah warga mengalami kerusakan. Kerusakan ini merupakan akibat langsung dari gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang beberapa wilayah di Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulawesi Tengah, Andi Sembiring, melaporkan dari Palu pada Rabu, bahwa Kabupaten Sigi menjadi wilayah yang paling terdampak dari segi kerusakan bangunan.
“Sebanyak 800 unit rumah mengalami kerusakan di Kabupaten Sigi, terdiri atas 720 rumah rusak ringan, 68 rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat,” ungkap Andi Sembiring.
Selain menyebabkan kerusakan pada infrastruktur permukiman, gempa ini juga tercatat menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. BPBD mencatat satu orang meninggal dunia, 13 orang mengalami luka berat, dan 63 orang lainnya menderita luka ringan.
Korban meninggal dunia dilaporkan berasal dari Desa Ampera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Sementara itu, tercatat dua warga mengalami luka ringan di Kota Palu.
Rincian korban luka ringan di Kabupaten Sigi meliputi 21 orang di Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota. Kemudian, 22 orang di Desa Uwenuni, Kecamatan Palolo. Serta 16 orang di Desa Kamarora A dan tiga orang di Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki. Satu orang lainnya tercatat mengalami luka ringan di Desa Sibalaya Barat, Kecamatan Tanambulava.





