Jalur MRT Bawah Tanah Terpanjang: Tetangga RI Selangkah Lagi

oleh -5 Dilihat
Jalur MRT Bawah Tanah Terpanjang: Tetangga RI Selangkah Lagi

KabarDermayu.com – Singapura kembali mencatat kemajuan signifikan dalam pengembangan infrastruktur transportasi publiknya. Kereta pertama untuk jalur MRT Cross Island Line (CRL) telah resmi tiba di negara tersebut.

Kedatangan kereta ini menandai sebuah tonggak penting dalam realisasi salah satu proyek transportasi terbesar dalam sejarah Singapura. Kereta tersebut tiba di Pelabuhan Jurong pada akhir pekan lalu, setelah menempuh perjalanan dari Qingdao, China.

Kehadiran kereta perdana ini merupakan bagian dari armada baru yang akan melayani Cross Island Line. Jalur MRT ini memiliki panjang lebih dari 50 kilometer dan dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2030. Melansir dari SG Trains, kereta ini adalah satu dari total 44 rangkaian kereta otomatis yang dipesan oleh Otoritas Transportasi Darat Singapura (LTA).

Proyek pengadaan armada ini merupakan bagian dari kontrak senilai 589 juta dolar Singapura yang diberikan pada tahun 2023 kepada konsorsium CRRC Qingdao Sifang. Kedatangan kereta pertama ini menjadi indikasi kuat bahwa pembangunan Cross Island Line berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Ketika beroperasi kelak, jalur ini diproyeksikan akan secara fundamental mengubah pola perjalanan masyarakat Singapura. Selain itu, jalur ini juga akan mempercepat konektivitas antar berbagai kawasan di Singapura.

Baca juga: Respons Seskab Teddy atas Dino Patti Djalal: Masukan Diterima, Jangan Kaburkan Fakta Keberhasilan

Dibandingkan dengan armada MRT generasi sebelumnya, kereta baru ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan transportasi perkotaan dengan kapasitas yang sangat tinggi. Berbagai peningkatan teknologi dan fitur kenyamanan juga disematkan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi para penumpang.

Salah satu fitur yang paling mencolok adalah lorong penghubung antar gerbong yang didesain lebih lebar. Jika pada jalur MRT lama lebar lorong umumnya berkisar 1,4 meter, armada baru ini memiliki lebar 1,6 meter. Desain ini memungkinkan penumpang untuk bergerak dengan lebih leluasa dan membantu mengurangi kepadatan di dalam kereta, terutama pada jam-jam sibuk.

Selain itu, setiap sisi gerbong kini dilengkapi dengan lima pintu, sebuah desain yang serupa dengan yang digunakan pada Thomson-East Coast Line. Peningkatan jumlah pintu ini diharapkan dapat mempercepat proses naik dan turun penumpang, sehingga waktu berhenti kereta di stasiun menjadi lebih efisien.

Dari sisi teknologi, kereta Cross Island Line juga dibekali dengan sistem diagnostik pintar. Sistem ini mampu memantau kondisi komponen secara real-time, memungkinkan para teknisi untuk mendeteksi potensi gangguan lebih awal sebelum berkembang menjadi kerusakan yang dapat mengganggu operasional.

Aspek efisiensi energi juga menjadi fokus utama dalam pengembangan armada baru ini. Armada ini menggunakan sistem tenaga rel konduktor atas 1.500 volt DC, yang diklaim lebih hemat energi dibandingkan sistem konvensional yang masih digunakan pada beberapa jalur sebelumnya.

Meskipun telah tiba di Singapura, kereta pertama ini belum akan langsung digunakan untuk mengangkut penumpang. Otoritas transportasi setempat menyatakan bahwa armada ini harus menjalani serangkaian pengujian ketat di Singapore Rail Test Centre terlebih dahulu.

Pengujian ini mencakup berbagai aspek, mulai dari integrasi sistem otomatis, pelacakan kereta, sistem tenaga, hingga seluruh perangkat pendukung operasional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh fitur berfungsi dengan sempurna sebelum layanan resmi dibuka untuk masyarakat umum.

Sementara itu, 43 rangkaian kereta lainnya akan dikirimkan secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang, menjelang target pembukaan jalur pada tahun 2030.

Cross Island Line sendiri diproyeksikan akan menjadi jalur MRT bawah tanah terpanjang di Singapura, dengan panjang total lebih dari 50 kilometer. Jalur ini juga akan menjadi jalur MRT kedelapan yang beroperasi di negara tersebut.

Tahap pertama dari proyek ini dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2030, dengan 12 stasiun yang akan menghubungkan area Aviation Park hingga Bright Hill. Setelah seluruh jalur selesai dibangun, yang diperkirakan sekitar tahun 2032, Cross Island Line akan menghubungkan sejumlah kawasan penting seperti Changi, Punggol Digital District, dan Jurong Lake District.