KabarDermayu.com – Pemandangan ratusan kendaraan roda dua dan roda empat yang parkir di trotoar hingga badan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Minggu malam, 31 Mei 2026, menjadi viral di media sosial.
Kendaraan-kendaraan tersebut diduga kuat merupakan milik pengunjung konser yang diselenggarakan di GOR Soemantri Brodjonegoro. Fenomena ini memicu perhatian publik karena kendaraan memadati sisi jalan dan bahkan menggunakan trotoar yang seharusnya diperuntukkan bagi pejalan kaki.
Video dan foto yang merekam suasana tersebut menyebar luas di berbagai platform media sosial. Salah satunya diunggah oleh kreator konten sekaligus warga Jakarta, Ijoel.
Akun Instagram @jakarta.terkini turut membagikan ulang video tersebut, menyoroti adanya parkir liar di sepanjang Jalan HR Rasuna Said. Kejadian ini dikeluhkan karena sangat mengganggu akses pejalan kaki dan kelancaran lalu lintas di area tersebut.
“Kondisi tersebut menuai sorotan karena dinilai mengganggu akses pedestrian serta menghambat kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut,” tulis akun tersebut seperti dikutip pada Senin, 1 Juni 2026.
Ijoel Menyoroti Penggunaan Trotoar untuk Parkir
Dalam video yang beredar, seorang netizen bernama Ijoel secara khusus menyoroti banyaknya kendaraan yang parkir di trotoar dan badan jalan.
Ia menyayangkan fasilitas publik yang baru saja ditata oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta malah digunakan secara sembarangan oleh pengunjung acara.
“Rasuna Said dilebarin jalan nye dan trotoar dibagusin bukan untuk parkir yeee. Tolong kesadaran diri siapapun ente, jangan dirawat budaya begini dan jangan dinormalisasi,” ujar Ijoel.
Ia juga memperlihatkan kondisi Jalan Rasuna Said sekitar pukul 20.30 WIB, yang dipenuhi kendaraan parkir di sepanjang sisi jalan.
“Noh lihat noh. Ya, begini nih kelakuannya nih. Warga Jakarta nih. Di Rasuna Said, trotoar dan jalurnya dilebarkan. Lihat di sini. Itu bukan untuk parkir. Tapi ini kenyataannya tuh,” keluhnya dalam video tersebut.
Tindakan Teguran hingga Mengempiskan Ban Mobil
Ijoel bahkan mengambil tindakan dengan mendatangi petugas satuan pelayanan Setiabudi, Jakarta Selatan, untuk melaporkan kondisi parkir liar tersebut.
Petugas yang menerima laporan menyatakan sedang melakukan monitoring dan segera menuju lokasi kejadian.
Menurut Ijoel, seharusnya pihak penyelenggara konser berkoordinasi terlebih dahulu mengenai pengaturan parkir dan lalu lintas agar kekacauan di jalan dapat dihindari.
“Ini lihat, jalan dilebarin pemerintah dipakai buat parkir acara,” tegas Ijoel.
Dalam video yang direkamnya, Ijoel juga terlihat menegur seorang pengendara mobil yang hendak parkir di badan jalan.
“Bapak kalau parkir di sini, saya kempesin,” ancam Ijoel kepada pengendara tersebut.
Pengendara mobil itu akhirnya membatalkan niatnya untuk parkir dan memilih melanjutkan perjalanan.
“Siap, pak,” jawab pengendara itu singkat.
Tidak berhenti di situ, Ijoel juga terekam mengempiskan ban salah satu mobil yang terparkir di lokasi sebagai bentuk protes terhadap praktik parkir liar yang terjadi.
Baca juga: Mason Greenwood: Fenerbahce Kejar AS Roma dalam 24 Jam
Dishub DKI Sampaikan Permohonan Maaf
Setelah ramainya sorotan publik terkait kemacetan dan parkir liar di Jalan HR Rasuna Said, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaludin, menyatakan penyesalannya atas gangguan lalu lintas yang terjadi selama konser berlangsung.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak kemacetan dan gangguan lalu lintas di kawasan HR Rasuna Said,” ujar Budi di Jakarta, Senin.
Ia menambahkan, setelah menerima laporan dari masyarakat, petugas Dishub bersama Satpol PP segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan penertiban kendaraan guna mengurangi kepadatan.
Dishub Sebut Penyelenggara Tidak Berkoordinasi
Budi menjelaskan bahwa acara konser tersebut sebenarnya telah mengantongi izin keramaian dari pihak kepolisian.
Namun, Dishub DKI mengaku tidak menerima adanya koordinasi dari pihak penyelenggara terkait pengaturan lalu lintas maupun kebutuhan parkir untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung.
Padahal, menurut Budi, koordinasi semacam itu sangat krusial dilakukan sebelum acara dimulai agar pemerintah dapat menyiapkan langkah antisipasi yang maksimal.
Melalui koordinasi yang baik, Dishub dapat menyiapkan kantong-kantong parkir, menempatkan petugas di titik-titik strategis, melakukan rekayasa lalu lintas, hingga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan transportasi umum.
“Ke depan, kami ingin memastikan petugas hadir dalam setiap permasalahan di jalan raya dan memberikan respons cepat terhadap laporan masyarakat,” tegasnya.
Dishub DKI juga mengimbau seluruh penyelenggara acara di Jakarta untuk senantiasa melakukan koordinasi sejak awal demi menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.
Revitalisasi Rasuna Said Menjadi Sorotan
Peristiwa viral ini terjadi di tengah proses revitalisasi kawasan Jalan HR Rasuna Said yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pemprov DKI menargetkan revitalisasi kawasan tersebut selesai sebelum perayaan Hari Ulang Tahun ke-499 Jakarta yang jatuh pada 22 Juni 2026.
Penataan kawasan ini bertujuan untuk menciptakan ruang publik yang lebih nyaman dan mendukung pelaksanaan Car Free Day (CFD) rutin yang akan dimulai pada Juni 2026.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Cyril Raoul Hakim atau yang akrab disapa Chico Hakim, menyatakan bahwa pekerjaan revitalisasi saat ini sudah memasuki tahap akhir.
“Persiapan sudah memasuki tahap akhir,” ujar Chico.
Ia menegaskan bahwa proyek revitalisasi ini ditargetkan rampung sebelum perayaan ulang tahun Jakarta.
“(Rampung) sebelum HUT Jakarta,” pungkasnya.





