KabarDermayu.com – Kia tengah mempersiapkan langkah signifikan dalam ekspansi bisnisnya di Indonesia dengan rencana memproduksi kendaraan secara lokal. Pabrikan otomotif asal Korea Selatan ini menargetkan produksi perdana dimulai pada akhir tahun 2026.
Model pertama yang akan dirakit di tanah air diprediksi kuat akan berasal dari segmen kendaraan elektrifikasi. Pengembangan ini akan berpusat pada lini produk Carens yang sudah dikenal di pasar global.
Jadwal produksi yang ditetapkan adalah mulai November 2026. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Kia untuk meningkatkan daya saing di pasar otomotif Indonesia yang kian dinamis.
Selain memperluas jajaran produk yang ditawarkan, produksi lokal juga bertujuan agar kendaraan yang hadir lebih sesuai dengan preferensi dan kebutuhan konsumen di Indonesia.
“Kami akan memulai produksi model pertama pada November tahun ini, dengan target tingkat kandungan lokal yang tinggi,” ujar CEO Kia Sales Indonesia, Jong Sung Park, dalam keterangannya di Jakarta.
Kia menaruh perhatian besar pada Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Perusahaan menargetkan TKDN yang tinggi untuk model yang akan diproduksi, bahkan diklaim dapat mencapai angka mendekati 80 persen.
Target TKDN yang ambisius ini akan didukung oleh pemanfaatan komponen yang sudah terlanjur dilokalkan. Termasuk di dalamnya adalah komponen vital untuk kendaraan elektrifikasi, seperti baterai.
Model yang akan diproduksi perdana ini disebut memiliki kaitan erat dengan lini Carens yang telah eksis di pasar internasional. Namun, detail spesifikasi teknis dan penyesuaian khusus untuk pasar Indonesia masih dalam tahap finalisasi.
Oleh karena itu, informasi rinci mengenai produk ini belum diungkap secara menyeluruh oleh Kia.
Selain model elektrifikasi tersebut, Kia juga telah merencanakan kehadiran kendaraan lain untuk diproduksi secara lokal. Salah satunya adalah kendaraan jenis Multi-Purpose Vehicle (MPV) dengan konfigurasi tujuh penumpang.
Baca juga di sini: Fabric atau Forge: Pilihan Terbaik untuk Mod Minecraft
Model MPV tujuh penumpang ini dijadwalkan akan diperkenalkan pada tahap selanjutnya setelah produksi model pertama berjalan.
“Kami tahu bahwa MPV 7-seater sangat penting di pasar Indonesia. Karena itu, kami akan memperkenalkan model tersebut yang diproduksi secara lokal pada tahun depan,” jelas Jong Sung Park.
Segmen MPV tujuh penumpang memang merupakan salah satu pasar otomotif terbesar di Indonesia. Pasar ini selalu menjadi incaran utama bagi banyak produsen kendaraan.
Dengan masuknya Kia ke segmen ini melalui jalur produksi lokal, persaingan di pasar MPV tujuh penumpang diprediksi akan semakin memanas.
Kia sendiri menjelaskan bahwa proses lokalisasi produksi akan dilakukan secara bertahap. Perusahaan masih terus melakukan studi mendalam terhadap model-model lain yang berpotensi untuk diproduksi di Indonesia.
Keputusan pemilihan model akan sangat mempertimbangkan kebutuhan pasar serta hasil analisis internal yang komprehensif.
Dalam strategi pengembangan produknya, Kia tetap mengandalkan penggunaan platform global yang telah teruji. Beberapa basis kendaraan yang digunakan mungkin serupa dengan model yang ada di negara lain, seperti India.
Namun, penyesuaian tetap akan dilakukan agar kendaraan yang hadir benar-benar sesuai dengan karakter dan selera konsumen Indonesia.
Melalui langkah produksi lokal ini, Kia tidak hanya berfokus pada aspek penjualan, tetapi juga mulai membangun fondasi industri otomotif yang lebih kuat di Indonesia. Model berbasis elektrifikasi dipilih sebagai titik awal sebelum kemudian memperluas jajaran kendaraan lain yang akan diproduksi untuk pasar domestik.





