Kinerja EMP Awal 2026: Penjualan Naik 17%, EBITDA Tumbuh 30%

oleh -3 Dilihat
Kinerja EMP Awal 2026: Penjualan Naik 17%, EBITDA Tumbuh 30%

KabarDermayu.com – PT Energi Mega Persada Tbk (EMP) mengawali tahun 2026 dengan catatan kinerja keuangan yang impresif di kuartal pertama. Laporan keuangan terbaru perusahaan menunjukkan peningkatan signifikan pada berbagai indikator utama dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selama tiga bulan pertama tahun 2026, EMP berhasil membukukan pertumbuhan Penjualan Bersih sebesar 17 persen. Tidak hanya itu, EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) juga melonjak hampir 30 persen, tepatnya tumbuh sebesar 29 persen. Sementara itu, Laba Bersih perusahaan mengalami kenaikan sebesar 2 persen.

Pencapaian ini menegaskan keberhasilan EMP dalam meningkatkan kinerja operasional dan keuangan. Upaya perusahaan untuk terus memperkuat portofolio bisnis minyak dan gas (migas) yang dikelolanya kini membuahkan hasil yang positif.

Kinerja Keuangan dan Operasional Meningkat

Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer EMP, Syailendra S. Bakrie, menyatakan bahwa capaian pada kuartal I 2026 ini merupakan indikasi kuat kondisi perusahaan yang semakin membaik. Ia menekankan bahwa pertumbuhan yang tercatat dalam laporan keuangan merupakan bukti nyata kontribusi positif dari berbagai aset dan portofolio yang dikelola EMP.

“EMP telah berhasil mencapai kinerja keuangan yang semakin meningkat di Q1 2026. Hal ini mencerminkan kondisi yang baik atas portofolio yang dikelola oleh Perusahaan kami,” ujar Syailendra.

Syailendra menambahkan bahwa EMP akan melanjutkan program-program yang telah berjalan efektif di tahun sebelumnya. Fokus utama akan tetap pada sektor eksplorasi dan pengembangan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang EMP untuk meningkatkan kapasitas produksi serta memperkaya cadangan minyak dan gas bumi yang dimiliki.

Fokus Investasi untuk Tingkatkan Produksi Migas

Setelah berhasil menjalankan berbagai kegiatan eksplorasi dan pengembangan sepanjang tahun 2025, EMP bertekad untuk mempertahankan momentum investasi pada tahun 2026. Investasi yang digelontorkan diarahkan secara spesifik untuk mendorong pertumbuhan produksi migas sekaligus memperbesar cadangan yang dimiliki perusahaan.

Strategi ini dianggap krusial untuk menjaga keberlanjutan operasional EMP. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk memperkuat posisi perusahaan di kancah sektor energi nasional. Syailendra menegaskan bahwa investasi yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja jangka pendek, tetapi juga untuk memastikan kelangsungan bisnis perusahaan di masa depan.

Dengan dukungan aset yang terus berkembang dan program pengembangan yang berkelanjutan, EMP optimis mampu mempertahankan tren pertumbuhan positif yang telah terukir di awal tahun 2026.

Strategi Keuangan Perkuat Fleksibilitas Arus Kas

Di sisi lain, Wakil Direktur Utama sekaligus Chief Financial Officer EMP, Edoardus Ardianto, menjelaskan komitmen perusahaan terhadap pengelolaan modal yang disiplin dan strategis. Hal ini dilakukan guna mendukung tercapainya target operasional yang telah ditetapkan.

Salah satu langkah strategis yang diambil EMP pada kuartal I 2026 adalah penerbitan obligasi dalam mata uang Rupiah. Dana yang berhasil dihimpun dari aksi korporasi ini akan dialokasikan untuk memperkuat struktur keuangan perusahaan secara keseluruhan.

“Untuk mendukung tujuan operasi tersebut, kami tetap berkomitmen terhadap pengalokasian modal secara strategis dan manajemen keuangan yang baik,” kata Edoardus.

Edoardus merinci bahwa dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk dua keperluan utama. Pertama, untuk pelunasan fasilitas pinjaman yang telah ada, dan kedua, untuk membiayai kebutuhan modal kerja perusahaan.

Beban Keuangan Ditargetkan Menurun

Melalui strategi keuangan yang dijalankan, EMP menargetkan terciptanya kondisi arus kas yang lebih fleksibel. Selain itu, efisiensi keuangan secara keseluruhan juga diharapkan dapat meningkat.

Edoardus menilai langkah ini akan memberikan dampak positif langsung terhadap kesehatan keuangan perusahaan. Hal ini dikarenakan berkurangnya tekanan dari kewajiban pembiayaan yang sudah ada sebelumnya.

Selain memperkuat likuiditas, penggunaan dana obligasi juga diharapkan mampu menekan beban keuangan perusahaan secara keseluruhan. Dengan demikian, ruang gerak EMP untuk mendukung berbagai program operasional akan semakin luas.

Perpaduan antara peningkatan kinerja operasional, pertumbuhan pendapatan, dan strategi pengelolaan keuangan yang lebih efisien, menjadikan awal tahun 2026 sebagai periode yang sangat positif bagi EMP. Pertumbuhan Penjualan Bersih sebesar 17 persen, EBITDA sebesar 29 persen, dan Laba Bersih sebesar 2 persen menjadi bukti nyata bahwa berbagai langkah pengembangan bisnis dan penguatan keuangan yang telah dijalankan perusahaan mulai menunjukkan hasil yang konkret.