KabarDermayu.com – Kylian Mbappe kembali menjadi sorotan di Real Madrid, memicu kekecewaan di kalangan penggemar Los Blancos akibat serangkaian kontroversi yang terjadi selama periode sulit tim.
Musim ini menandai masa yang penuh tantangan bagi Real Madrid. Setelah berjuang untuk tampil konsisten, klub ibu kota Spanyol ini terancam mengakhiri musim tanpa gelar mayor untuk kedua kalinya sejak Mbappe bergabung secara gratis dari Paris Saint-Germain pada tahun 2024.
Situasi semakin memanas ketika Mbappe memilih untuk berlibur ke Italia bersama pasangannya, di saat ia seharusnya menjalani pemulihan cedera. Tindakan ini memicu kritik keras dari para penggemar Madrid, terutama karena sang striker absen dalam pertandingan El Clasico melawan Barcelona.
Tidak berhenti di situ, unggahan Instagram Mbappe saat Real Madrid tertinggal 0-2 dari Barcelona juga menimbulkan kebingungan dan kekecewaan di kalangan pendukung setia klub.
Media Spanyol bahkan sempat melaporkan adanya ketegangan antara Mbappe dengan salah satu staf pelatih Madrid bulan lalu. Kritik pun mulai bermunculan, termasuk anggapan bahwa gaya permainan Mbappe dan Vinicius Junior sulit untuk dipadukan di lapangan.
Namun, di tengah gelombang kritik tersebut, Mbappe menegaskan bahwa ia merasa sangat bahagia di Madrid. Pemain Tim Nasional Prancis ini mengaku menikmati kehidupannya di ibu kota Spanyol dan belum memiliki niat untuk meninggalkan Santiago Bernabeu.
“Saya terkejut dengan segalanya di Madrid. Budayanya, orang-orangnya, cara mereka menyambut dan membantu saya,” ujar Mbappe kepada Vanity Fair.
Ia juga memuji suasana kota Madrid yang menurutnya nyaman dan damai untuk ditinggali.
“Cuacanya bagus, makanannya juga enak. Memang sulit menandingi makanan Prancis, tetapi mereka cukup bagus,” tambah Mbappe sambil bercanda.
Baca juga: SMAN 1 Pontianak Tolak Lomba Cerdas Cermat Ulang Pasca Polemik Nilai Juri
Mbappe juga menegaskan bahwa bermain untuk Real Madrid merupakan sebuah kehormatan besar dalam kariernya.
“Ini klub terbesar di dunia. Sebuah berkah bisa menjadi bagian dari klub dan proyek ini,” ungkapnya.
Di tengah situasi yang memanas ini, nama Jose Mourinho justru disebut-sebut berpotensi menjadi pelatih baru Madrid musim depan. Laporan dari TEAMtalk menyebutkan bahwa Mourinho dikabarkan telah mencapai kesepakatan kontrak tiga tahun dengan Los Blancos setelah meninggalkan Benfica.
Meskipun terus dihujani kritik, statistik Mbappe sejatinya tetap impresif. Penyerang berusia 27 tahun itu telah mencetak 85 gol dan memberikan 11 assist dalam 100 pertandingan bersama Madrid di semua kompetisi.
Musim ini, Mbappe juga masih memimpin daftar pencetak gol terbanyak La Liga dengan koleksi 24 gol.
Namun, performa individunya belum cukup untuk membungkam kritik. Jurnalis Spanyol, Juanma Rodríguez, bahkan menyebut Mbappe sebagai “flop” di Madrid.
Menurut Rodríguez, Mbappe dinilai belum benar-benar memahami makna bermain untuk Real Madrid dan belum menunjukkan komitmen penuh kepada klub.
Kini, banyak pihak menantikan apakah Jose Mourinho nantinya mampu mengubah mentalitas Mbappe sekaligus mengembalikan Madrid ke jalur kejayaan musim depan.





