Mengerikan, Brighton Boyong Petarung MMA untuk Latih Fisik

oleh -6 Dilihat
Mengerikan, Brighton Boyong Petarung MMA untuk Latih Fisik

KabarDermayu.com – Brighton & Hove Albion mengambil langkah tak lazim untuk memperkuat pertahanan mereka, terutama dalam situasi bola mati.

Klub peserta Premier League ini memutuskan untuk mendatangkan seorang petarung Mixed Martial Arts (MMA) ke dalam sesi latihan mereka.

Tujuannya jelas: meningkatkan kemampuan para pemain dalam duel fisik, khususnya saat tim menghadapi situasi bola mati.

Musim ini, bola mati memang telah menjadi senjata yang sangat mematikan di kancah Premier League.

Banyak tim memanfaatkan skema ini untuk mencetak gol, termasuk Arsenal yang terkenal dengan keunggulan duel udara mereka.

Menghadapi tren ini, Brighton, yang tidak memiliki banyak pemain dengan postur tubuh jangkung, harus mencari solusi kreatif.

Tim berjuluk The Seagulls ini sejatinya lebih dikenal dengan gaya permainan umpan pendek dan sepak bola menyerang, bukan mengandalkan kekuatan fisik semata.

Pendekatan unik yang mereka ambil ini ternyata membuahkan hasil yang signifikan.

Saat ini, Brighton tercatat sebagai tim dengan pertahanan bola mati terbaik di liga.

Mereka hanya kebobolan lima gol dari situasi bola mati, sebuah catatan yang bahkan mengungguli Arsenal dan Brentford.

Baca juga di sini: Indonesia vs Korea Selatan: Semifinal Piala Uber 2026, Link Live Streaming

Salah satu pemain muda Brighton, Jack Hinshelwood, membeberkan bahwa timnya sempat berlatih bersama petarung MMA beberapa bulan lalu.

Latihan tersebut difokuskan untuk meningkatkan kemampuan duel satu lawan satu dan teknik penandaan pemain lawan (man-marking).

Pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, tidak menyangkal hal tersebut.

Ia menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya adaptasi terhadap perkembangan taktik yang terus berubah di Premier League.

“Kami mendatangkannya karena kami banyak membahas soal set piece, blocking, dan tren baru di Premier League,” ujar Hurzeler.

“Kami mencoba beradaptasi karena saya tidak ingin klub ini selalu dikenal sebagai tim yang ‘baik-baik saja’.”

Pendekatan lintas olahraga ini dinilai sangat efektif oleh tim pelatih.

Hurzeler berpendapat bahwa teknik-teknik dalam MMA memiliki kesamaan dengan duel fisik yang sering terjadi dalam sepak bola, terutama pada momen-momen krusial saat bola mati.

“Dalam momen tertentu, Anda harus sangat kuat dalam duel individu.

Ada berbagai cara menggunakan tubuh dan keterampilan untuk memenangkan duel satu lawan satu, terutama dalam set piece, dan petarung MMA selalu berada dalam situasi duel satu lawan satu,” jelasnya.

“Tugas mereka adalah menemukan cara untuk mengalahkan lawan, dan kami suka mengambil ide dari olahraga lain.

Kami mendapatkan beberapa ide yang membantu kami sebagai tim.

Sebagai klub, kami tidak pernah dikenal dominan dalam set piece, jadi kami harus menemukan cara untuk lebih inovatif.”

Hurzeler menambahkan bahwa timnya tidak ingin mudah dikalahkan oleh tim lawan yang memiliki keunggulan fisik dari segi tinggi badan.

“Kami tidak ingin mudah dikalahkan saat menghadapi tim yang lebih tinggi.

Mungkin kami tidak unggul secara fisik dalam hal tinggi badan, tapi selalu ada cara untuk bertahan dan menyerang dalam duel satu lawan satu.

Itu sebabnya kami mencoba menggunakan teknik dari MMA juga,” tuturnya.

Performa Brighton sendiri sedang menunjukkan tren positif menjelang pertandingan melawan Newcastle United.

Mereka baru saja meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 3-0 atas Chelsea.

Di sisi lain, Newcastle United mendapatkan kabar baik dengan kembalinya Bruno Guimarães ke dalam skuad.

Kembalinya pemain tersebut diharapkan dapat membantu Newcastle bangkit, terutama setelah performa mereka di bursa transfer musim panas yang dinilai kurang memuaskan.