KabarDermayu.com – Isu krusial mengenai nasib ratusan pengurus Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Indramayu kembali mencuat ke permukaan dan menjadi sorotan publik.
Ketidakpastian status serta kesejahteraan yang tak kunjung menemui titik terang memicu gelombang kekecewaan mendalam dari para pengurus di tingkat akar rumput. Dalam sebuah pertemuan yang berlangsung penuh emosional, perwakilan pengurus KDKMP secara terbuka mencurahkan isi hati mereka kepada tokoh senior, H. Supendi, menuntut adanya intervensi konkret untuk menyelesaikan polemik yang telah berlarut-larut.
Keresahan ini bukan tanpa alasan. Sebanyak 219 pengurus KDKMP di Indramayu merasa terabaikan setelah sekian lama menanti kejelasan nasib mereka. Mereka berharap sosok H. Supendi dapat menjadi jembatan komunikasi untuk menyampaikan aspirasi ini kepada Zulkifli Hasan, sosok yang dianggap memiliki otoritas strategis dalam menentukan arah kebijakan organisasi tersebut.
Menuntut Janji dan Kepastian
Dalam pertemuan tersebut, atmosfer keprihatinan sangat terasa. Para pengurus mengungkapkan bahwa selama ini mereka telah berupaya menjaga roda organisasi tetap berjalan di tingkat desa dan kelurahan dengan harapan adanya perbaikan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Namun, realita di lapangan justru berbanding terbalik dengan ekspektasi awal saat koperasi ini dibentuk.
“Kami sudah lelah dengan janji-janji yang tidak kunjung terealisasi. Kami meminta Bapak Zulkifli Hasan untuk segera turun tangan dan memberikan solusi nyata bagi kami yang selama ini berjuang di lapangan,” ujar salah satu perwakilan pengurus dengan nada lirih.
Para pengurus menekankan bahwa keterlibatan Zulkifli Hasan sangat krusial. Sebagai tokoh sentral, intervensi dari tingkat pusat diharapkan mampu mengurai benang kusut yang selama ini menghambat operasional dan hak-hak para pengurus KDKMP di Indramayu.
Pentingnya Peran Koperasi dalam Ekonomi Lokal
Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sejatinya dirancang sebagai instrumen penggerak ekonomi kerakyatan. Kehadirannya diharapkan mampu menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengakses permodalan, pemasaran produk lokal, serta penguatan kapasitas usaha kecil. Berikut adalah beberapa poin utama yang menjadi tuntutan para pengurus:
- Kejelasan status kepegawaian dan legalitas kepengurusan di tingkat daerah.
- Transparansi mengenai hak-hak finansial yang selama ini menjadi hak para pengurus.
- Evaluasi menyeluruh terhadap manajemen pusat yang dianggap tidak responsif terhadap kendala di daerah.
- Adanya jaminan keberlanjutan program agar tidak menjadi sekadar wacana administratif.
Kegagalan dalam mengelola koperasi semacam ini tidak hanya berdampak pada individu pengurus, tetapi juga mencederai kepercayaan masyarakat terhadap lembaga koperasi secara umum. Ketika 219 pengurus merasa tidak dipedulikan, dampaknya adalah terhentinya denyut ekonomi mikro yang seharusnya menjadi penopang kesejahteraan warga Indramayu.
Harapan pada H. Supendi
H. Supendi, yang dikenal memiliki kedekatan dengan berbagai lapisan masyarakat di Indramayu, merespons keluhan tersebut dengan sikap bijak. Ia memahami bahwa posisi para pengurus KDKMP saat ini berada dalam tekanan ekonomi yang nyata. Sebagai tokoh yang disegani, ia dianggap sebagai figur yang tepat untuk menyuarakan keresahan ini ke level kebijakan yang lebih tinggi.
“Saya mendengar dan merasakan keresahan rekan-rekan pengurus. Aspirasi ini adalah hak mendasar yang harus disampaikan agar ada penyelesaian yang berkeadilan bagi semua pihak,” ungkap H. Supendi dalam pertemuan tersebut.
Bagi para pengurus, langkah ini merupakan ikhtiar terakhir setelah berbagai upaya administratif melalui jalur formal belum membuahkan hasil yang memuaskan. Mereka berharap Zulkifli Hasan segera mengambil langkah tegas, baik melalui pemanggilan pihak terkait maupun perombakan kebijakan internal yang menghambat perkembangan KDKMP.
Menanti Langkah Selanjutnya
Publik kini menunggu bagaimana tindak lanjut dari pertemuan ini. Apakah tuntutan 219 pengurus KDKMP Indramayu akan mendapatkan respons positif dari pihak pusat, atau justru akan kembali menguap seiring berjalannya waktu? Mengingat pentingnya peran koperasi dalam struktur ekonomi nasional, penyelesaian masalah ini harus menjadi prioritas.
KabarDermayu.com akan terus memantau perkembangan kasus ini. Keberhasilan penyelesaian polemik ini nantinya akan menjadi barometer sejauh mana komitmen para pemangku kepentingan pusat dalam memperhatikan nasib penggerak ekonomi di tingkat daerah.
Dalam konteks yang lebih luas, transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci utama dalam setiap organisasi berbasis massa. Tanpa adanya komunikasi dua arah yang sehat antara pimpinan dan pengurus lapangan, sebuah organisasi koperasi akan sulit untuk bertahan, apalagi berkembang dalam menghadapi tantangan ekonomi yang kian kompetitif.
Para pengurus berharap agar Zulkifli Hasan segera memberikan klarifikasi atau setidaknya menjadwalkan pertemuan audiensi untuk membahas tuntutan ini. Bagi mereka, kepastian adalah harga mati yang dibutuhkan untuk melanjutkan pengabdian di tengah masyarakat desa dan kelurahan di Kabupaten Indramayu.





