Operasi Patuh Tahun Ini: Dominasi ETLE dan Pengurangan Tilang Manual

oleh -5 Dilihat
Operasi Patuh Tahun Ini: Dominasi ETLE dan Pengurangan Tilang Manual

KabarDermayu.com – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, mengumumkan adanya perubahan signifikan dalam strategi penindakan pada Operasi Patuh tahun ini.

Perubahan tersebut mencakup pergeseran proporsi antara penindakan menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan tilang manual.

Sebelumnya, Polri sangat mengandalkan sistem ETLE dengan porsi 95 persen, sementara tilang manual hanya mencapai 5 persen dari keseluruhan penindakan.

Namun, dalam Operasi Patuh kali ini, pendekatan penegakan hukum akan dibuat lebih tegas.

Agus Suryonugroho menyatakan bahwa 70 persen penindakan akan dilakukan melalui sistem ETLE.

Sementara itu, sisanya sebesar 30 persen akan menggunakan metode tilang manual oleh petugas di lapangan.

Langkah ini diambil untuk meningkatkan efektivitas penindakan pelanggaran lalu lintas.

Selain Operasi Patuh, Kakorlantas Polri juga memaparkan adanya empat agenda besar operasi lalu lintas lainnya yang akan dilaksanakan bersama para pemangku kepentingan terkait.

Agenda-agenda ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Korlantas Polri dalam menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas.

Operasi pertama yang disebutkan adalah Operasi Keselamatan.

Agus meminta partisipasi aktif dari Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, dan Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, dalam operasi ini.

Baca juga: Persib Juara: Polrestabes Bandung Sekat 4 Zona Jalan, Tutup Akses Flyover Pasupati Malam Ini

Ia menekankan pentingnya kehadiran di lapangan untuk memastikan keselamatan bersama.

Selanjutnya, Agus juga menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat yang baru saja selesai.

Ia berterima kasih atas kerja sama semua pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan operasi tersebut.

Setelah Operasi Patuh, Korlantas Polri akan melanjutkan dengan Operasi Zebra.

Operasi Zebra ini juga akan tetap mengedepankan tiga pilar utama dalam pelaksanaannya.

Tiga pilar tersebut meliputi langkah preemtif, preventif, dan penegakan hukum.

Pendekatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya pelanggaran sebelum terjadi dan menangani pelanggaran yang sudah terjadi.

Agenda operasi terakhir yang menjadi fokus bersama adalah Operasi Nataru (Natal dan Tahun Baru).

Operasi Nataru merupakan kegiatan rutin yang selalu dilaksanakan oleh Korlantas Polri menjelang akhir tahun.

Pelaksanaan Operasi Nataru ini juga melibatkan koordinasi erat dengan berbagai pihak terkait.

Perubahan proporsi penindakan dalam Operasi Patuh ini diharapkan dapat memberikan efek jera yang lebih besar bagi para pelanggar lalu lintas.

Peningkatan porsi tilang manual sebesar 30 persen memungkinkan petugas untuk melakukan penindakan secara langsung terhadap pelanggaran yang kasat mata atau memerlukan intervensi segera.

Sementara itu, penggunaan ETLE yang tetap dominan sebesar 70 persen memastikan cakupan penindakan yang luas dan akurat, terutama untuk pelanggaran-pelanggaran yang terekam oleh kamera.

Kombinasi kedua metode ini diharapkan dapat menciptakan sistem lalu lintas yang lebih tertib dan aman bagi seluruh pengguna jalan.

Fokus pada pendekatan yang lebih tegas ini sejalan dengan upaya Polri untuk terus meningkatkan disiplin berlalu lintas di masyarakat.

Selain itu, penguatan kerja sama dengan stakeholder seperti Jasa Marga dan Jasa Raharja dalam Operasi Keselamatan menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih baik.

Keberhasilan Operasi Ketupat menjadi bukti bahwa kolaborasi yang solid dapat menghasilkan capaian yang positif.

Dengan demikian, masyarakat dapat menantikan serangkaian operasi lalu lintas yang terencana dan terstruktur sepanjang tahun.

Setiap operasi memiliki tujuan spesifiknya sendiri, namun semuanya berkontribusi pada misi besar untuk mengurangi angka kecelakaan dan meningkatkan keselamatan di jalan raya.

Operasi Zebra yang bersifat preemtif dan preventif juga krusial dalam membentuk kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas.

Melalui edukasi dan sosialisasi, diharapkan pelanggaran dapat diminimalisir sebelum terjadi.

Terakhir, Operasi Nataru menjadi penutup rangkaian operasi tahunan yang sangat penting, mengingat peningkatan mobilitas masyarakat pada periode tersebut.

Dengan strategi penindakan yang lebih dinamis dan terarah, Korlantas Polri berupaya menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih kondusif di seluruh Indonesia.