Optimisme Ekonomi Purbaya: Didasarkan Perhitungan Terukur

oleh -8 Dilihat
Optimisme Ekonomi Purbaya: Didasarkan Perhitungan Terukur

KabarDermayu.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa optimisme pemerintah terhadap fundamental perekonomian nasional bukanlah sekadar harapan kosong. Optimisme tersebut didasarkan pada perhitungan yang matang dan langkah-langkah kebijakan yang terukur.

Pernyataan ini disampaikan Purbaya dalam acara Jogja Financial Festival (JFF) 2026. Ia menekankan bahwa setiap langkah yang diambil telah melalui kalkulasi dampak yang cermat.

“Itu bukan over optimistis, itu calculated move. Kita hitung langkah-langkah kita seperti apa, kita lihat dampaknya, kira-kira memang akan ke sana,” ujar Purbaya dalam keterangan resminya pada Jumat, 22 Mei 2026.

Purbaya merinci bahwa perekonomian Indonesia terus menunjukkan tren positif. Pada kuartal pertama tahun 2026, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,61 persen.

Pertumbuhan ini ditopang oleh berbagai sektor, termasuk konsumsi rumah tangga, investasi, dan percepatan konsumsi oleh pemerintah.

“Sekarang mesin ekonomi kita sudah mulai bergerak dua-duanya, mesin pemerintah dan mesin sektor swasta. Dan ini akan kita jalankan terus ke depan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Menteri Keuangan menyatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dikelola secara bijak dan efektif. Tujuannya adalah untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kesehatan fiskal negara.

Baca juga: TNI Kirim 744 Prajurit ke Lebanon, Panglima Ungkit Kepercayaan Dunia

Defisit APBN berhasil dikendalikan pada level 0,64 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini setara dengan Rp 164,4 triliun per 30 April 2026.

“Defisit tidak bertambah, tetapi pertumbuhan ekonomi kita lebih cepat dari desain. Jadi kita bisa mengelola anggaran lebih efisien dan memastikan sektor swasta lebih hidup lagi,” jelas Purbaya.

Pemerintah juga terus berupaya memperkuat iklim investasi dan kemudahan berusaha di Indonesia. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi yang erat antar Kementerian dan Lembaga (K/L).

Terdapat satuan tugas khusus yang dibentuk untuk mempercepat penyelesaian berbagai hambatan investasi. Hal ini diwujudkan melalui agenda sidang debottlenecking yang diselenggarakan secara berkala.

Purbaya turut menyoroti tingginya kepercayaan investor global terhadap perekonomian Indonesia. Hal ini tercermin dari respons positif pasar terhadap penerbitan obligasi global (global bond) Indonesia, bahkan di tengah volatilitas pasar keuangan global.

Minat investor terhadap surat utang Indonesia, menurut Purbaya, merupakan bukti keyakinan pasar terhadap kredibilitas kebijakan fiskal dan prospek ekonomi nasional.

Menutup pernyataannya, Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menjaga sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan. Tujuannya adalah memperkuat stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.