Nilai Transaksi Perdagangan Berjangka Rp 33.000 Triliun, Naik 29%

oleh -5 Dilihat
Nilai Transaksi Perdagangan Berjangka Rp 33.000 Triliun, Naik 29%

KabarDermayu.com – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat lonjakan signifikan pada nilai transaksi perdagangan berjangka komoditi (PBK) di tahun 2024. Angka transaksi mencapai Rp 33.214,89 triliun.

Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 29,34 persen dibandingkan dengan total transaksi pada tahun sebelumnya, 2023, yang tercatat sebesar Rp 25.679,97 triliun. Pertumbuhan ini mengindikasikan peningkatan minat masyarakat terhadap instrumen derivatif.

Jufri Sinurat, Direktur PT Invetra Teknologi Berjangka, menjelaskan bahwa pertumbuhan jumlah nasabah pialang berjangka di Indonesia mencerminkan minat masyarakat yang kian meningkat terhadap instrumen seperti forex dan komoditas. Instrumen ini dianggap sebagai komponen penting dalam strategi investasi yang lebih luas.

Menurut Jufri, kondisi ini membuka peluang besar bagi platform trading yang mampu menawarkan efisiensi dan kemudahan akses bagi para investor. Hal ini sejalan dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya literasi finansial di masyarakat.

Baca juga: Peran Perempuan di Parlemen Penting untuk Demokrasi Sehat

Menyikapi tren positif ini, Invetra Teknologi Berjangka merilis platform trading digital terbarunya, Invetra. Platform ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan para trader Indonesia di tengah geliat pasar perdagangan berjangka yang terus berkembang.

Jufri menegaskan bahwa Invetra dirancang dengan presisi tinggi. Tujuannya adalah untuk melengkapi gaya trading para investor Indonesia dan memberikan pengalaman yang mulus serta berperforma tinggi sejak awal penggunaan.

Pertumbuhan transaksi perdagangan berjangka ini juga selaras dengan peningkatan penggunaan ponsel pintar dan layanan keuangan digital di Indonesia. Laporan e-Conomy SEA dari Google, Temasek, dan Bain & Company memproyeksikan ekonomi digital Indonesia akan mencapai angka fantastis sebesar US$360 miliar pada tahun 2030.

Jufri menambahkan bahwa Invetra memutuskan untuk fokus pada perdagangan forex dan komoditas. Keputusan ini diambil karena pihaknya ingin menjadi solusi komprehensif bagi semua kebutuhan trader.

“Dengan berkonsentrasi pada forex dan komoditas, kami membangun kedalaman, efisiensi, dan nilai di pasar-pasar di mana trader Indonesia sudah sangat aktif,” jelas Jufri.

Ia melihat pasar Indonesia sebagai salah satu basis komunitas trader forex dan komoditas yang berkembang sangat pesat dan semakin canggih. Oleh karena itu, Invetra dirancang secara khusus untuk memberdayakan komunitas ini.

Saat ini, industri perdagangan berjangka di Indonesia diisi oleh sejumlah broker yang telah berlisensi Bappebti dan memiliki tingkat kompetisi yang tinggi. Invetra berupaya memasuki pasar ini dengan menawarkan efisiensi sistem dan pengalaman pengguna yang unggul bagi para trader aktif.

“Inilah yang menjadi landasan kami menghadirkan platform yang memahami kebutuhan mereka, dan berkembang seiring dengan ambisi para trader,” pungkas Jufri.