Pahitnya Perjuangan Hidup Juara Piala Dunia 1966

by -3 Views
Pahitnya Perjuangan Hidup Juara Piala Dunia 1966

KabarDermayu.com – Sir Geoff Hurst, nama yang tak terpisahkan dari sejarah sepak bola Inggris, terus membagikan kisahnya hampir 60 tahun setelah momen legendarisnya di Piala Dunia 1966.

Saat itu, Hurst mencetak hattrick yang mengantarkan Timnas Inggris meraih kemenangan 4-2 atas Jerman Barat di kandang sendiri, Wembley. Momen tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris.

Kini di usianya yang menginjak 84 tahun, Hurst masih aktif dalam berbagai tur bincang-bincang, berbagi pengalaman sepanjang karier sepak bolanya yang gemilang. Ia merupakan satu-satunya pemain yang masih hidup dari skuad juara Piala Dunia 1966.

Bersama Ian Callaghan dan Terry Paine, Hurst menjadi saksi hidup kejayaan timnas Inggris di ajang bergengsi tersebut. Keberadaan mereka menjadi pengingat akan sejarah yang telah terukir.

Namun, di balik statusnya sebagai legenda, perjalanan hidup Hurst setelah pensiun ternyata tidak selalu diwarnai kemewahan. Berbeda dengan pesepak bola modern yang kerap menikmati kekayaan, Hurst harus menempuh berbagai jalan untuk menemukan stabilitas.

Setelah menggantungkan sepatu pada tahun 1976, ia mencoba berbagai profesi. Mulai dari dunia kepelatihan, termasuk sempat menangani Chelsea, hingga merambah ke sektor asuransi dan mengelola usaha pub.

“Saya pensiun dari sepak bola pada 1976 dan mencoba beberapa hal. Saya sempat menjalankan pub dan bekerja di asuransi. Tidak ada yang benar-benar menonjol,” ungkap Hurst mengenang masa-masa awal pasca-karier profesionalnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Hurst menemukan kembali kegembiraan melalui tur teater dan sesi berbagi cerita. Aktivitas ini telah ia jalani selama kurang lebih satu dekade dan menjadi bagian terpenting dari kehidupannya saat ini.

“Hal paling menyenangkan adalah tur teater saya, di mana saya berbicara tentang karier sepak bola. Saya sudah melakukannya selama sepuluh tahun terakhir, termasuk tur ‘Last Man Standing’, dan sangat menikmatinya,” tuturnya dengan antusias.

Ia menambahkan bahwa keputusan untuk aktif di dunia teater dan berbagi cerita ternyata merupakan langkah finansial yang baik baginya. “Itu mungkin keputusan finansial terbaik saya, karena saya dibayar untuk melakukan sesuatu yang saya sukai,” jelas Hurst.

Kisah Hurst juga menjadi cerminan betapa besarnya perbedaan era sepak bola antara masa lalu dan masa kini. Ia menceritakan bahwa pada awal kariernya bersama West Ham United di tahun 1959, ia hanya menerima gaji sebesar £17 per minggu di luar musim kompetisi dan £20 saat musim berjalan.

“Itu memang tidak besar, tapi cukup untuk memastikan saya bisa membayar kebutuhan hidup,” kenangnya dengan senyum tipis.

Sepanjang karier internasionalnya, Sir Geoff Hurst mencatatkan 49 penampilan bersama Timnas Inggris dengan torehan 24 gol. Di level klub, ia meraih kesuksesan bersama West Ham United, termasuk menjuarai FA Cup dan European Cup Winners’ Cup.

Baca juga di sini: Gresik Phonska Plus Raih Tiket Final Proliga 2026 Usai Kalahkan Electric PLN

Setelah membela The Hammers, ia sempat memperkuat klub lain seperti Stoke City, West Bromwich Albion, Cork City, hingga Seattle Sounders di Amerika Serikat sebelum akhirnya memutuskan pensiun.