Pakistan Tingkatkan Keamanan di Arab Saudi dengan Kirim Ribuan Tentara dan Jet Tempur

oleh -5 Dilihat
Pakistan Tingkatkan Keamanan di Arab Saudi dengan Kirim Ribuan Tentara dan Jet Tempur

KabarDermayu.com – Pakistan dilaporkan telah secara diam-diam mengirimkan ribuan tentara dan satu skuadron jet tempur ke Arab Saudi. Langkah ini dilakukan berdasarkan pakta pertahanan bersama yang telah disepakati kedua negara, sekaligus menggarisbawahi peningkatan kerja sama militer antara Islamabad dan Riyadh. Pengerahan ini terjadi di tengah peran aktif Pakistan sebagai mediator utama dalam konflik Iran.

Konfirmasi mengenai pengerahan skala penuh ini pertama kali diungkapkan oleh tiga pejabat keamanan dan dua sumber pemerintah. Mereka menggambarkan kekuatan yang dikirimkan sebagai formasi yang substansial dan siap tempur, yang dapat memberikan dukungan kepada militer Arab Saudi apabila kerajaan tersebut menghadapi serangan lebih lanjut.

Baik pihak militer maupun kantor luar negeri Pakistan, serta kantor media pemerintah Arab Saudi, belum memberikan tanggapan resmi terhadap permintaan komentar mengenai pengerahan pasukan ini.

Meskipun rincian lengkap dari perjanjian pertahanan yang ditandatangani tahun lalu bersifat rahasia, kedua negara telah menyatakan bahwa perjanjian tersebut mengikat mereka untuk saling membela jika terjadi serangan. Sebelumnya, Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, sempat mengindikasikan bahwa perjanjian tersebut menempatkan Arab Saudi di bawah perlindungan nuklir Pakistan.

Menurut sumber-sumber yang mengetahui hal ini, Pakistan telah mengirimkan satu skuadron penuh yang terdiri dari sekitar 16 pesawat. Sebagian besar pesawat tersebut adalah jet tempur JF-17, yang merupakan hasil kerja sama produksi dengan Tiongkok. Pesawat-pesawat ini dilaporkan tiba di Arab Saudi pada awal April. Selain itu, dua pejabat keamanan juga menyebutkan bahwa Pakistan telah mengirimkan dua skuadron drone.

Baca juga: Perkuat Rupiah: Purbaya Intervensi Pasar Obligasi Sejak Pekan Lalu

Kelima sumber tersebut mengonfirmasi bahwa pengerahan ini mencakup sekitar 8.000 personel pasukan. Ada pula komitmen untuk mengirimkan lebih banyak pasukan jika diperlukan, bersama dengan sistem pertahanan udara HQ-9 yang diproduksi oleh Tiongkok.

Peralatan militer ini dioperasikan oleh personel Pakistan, dengan pembiayaan yang ditanggung oleh Arab Saudi. Hal ini diungkapkan oleh sumber-sumber tersebut.

Ribuan Pasukan Pakistan di Saudi

Peran personel militer dan angkatan udara yang dikerahkan, terutama dalam konteks konflik Iran, akan lebih bersifat penasihat dan pelatihan. Hal ini diungkapkan oleh dua pejabat keamanan yang mengaku telah melihat pertukaran informasi dan dokumen terkait pengerahan aset militer antara kedua negara.

Pengerahan ini menambah jumlah ribuan pasukan Pakistan yang sebelumnya sudah ditempatkan di kerajaan tersebut dengan peran tempur, berdasarkan perjanjian yang telah ada sebelumnya. Ini diungkapkan oleh ketiga pejabat keamanan tersebut.

Salah satu sumber pemerintah yang telah meninjau isi pakta pertahanan rahasia tersebut menyatakan bahwa pakta tersebut memungkinkan pengerahan hingga 80.000 pasukan Pakistan ke Arab Saudi. Tujuannya adalah untuk membantu mengamankan perbatasan kerajaan bersama dengan pasukan Saudi.

Dua pejabat keamanan menambahkan bahwa perjanjian tersebut juga mencakup pengerahan kapal perang Pakistan. Namun, Reuters belum dapat mengonfirmasi apakah pasukan tersebut sudah tiba di Arab Saudi.

Skala dan komposisi pengerahan ini, yang meliputi pesawat tempur, sistem pertahanan udara, dan ribuan pasukan, menunjukkan bahwa Pakistan telah mengirimkan lebih dari sekadar misi simbolis atau penasihat. Hal ini ditegaskan oleh sumber tersebut.

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa Pakistan telah mengirimkan jet tempur ke Arab Saudi setelah serangan Iran menghantam infrastruktur energi utama dan menyebabkan kematian seorang warga negara Saudi. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran bahwa kerajaan Teluk tersebut mungkin akan membalas dengan keras dan memperluas konflik.

Peristiwa ini terjadi sebelum Pakistan muncul sebagai mediator utama dalam konflik tersebut, membantu menengahi gencatan senjata antara Washington dan Teheran yang berlangsung selama enam minggu. Islamabad menjadi tuan rumah satu-satunya putaran pembicaraan perdamaian AS-Iran sejauh ini, dan sempat merencanakan putaran selanjutnya yang kemudian dibatalkan oleh kedua belah pihak.

Reuters kemudian melaporkan bahwa Arab Saudi melancarkan sejumlah serangan yang tidak dipublikasikan terhadap Iran sebagai balasan atas serangan yang terjadi di dalam kerajaan tersebut.

Pakistan telah lama memberikan dukungan militer kepada Arab Saudi, termasuk dalam hal pelatihan dan penempatan penasihat. Sementara itu, Riyadh secara berulang kali memberikan dukungan finansial kepada Islamabad, terutama di saat-saat tekanan ekonomi.