KabarDermayu.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri. Agenda utama dalam forum ini adalah pembahasan persiapan Muktamar NU yang dijadwalkan pada 1 hingga 5 Agustus 2026 mendatang.
Muktamar merupakan forum tertinggi dalam organisasi NU. Pada forum ini, akan dipilih Rais Aam dan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU untuk periode selanjutnya. Keputusan mengenai lokasi Muktamar akan diambil dalam Munas dan Konbes ini.
KH. Ahmad Said Asrori, selaku Ketua Steering Committee (SC), menyatakan bahwa pemilihan Pondok Pesantren Ploso sebagai lokasi Munas dan Konbes bukanlah tanpa alasan. Beliau menekankan hubungan erat antara NU dan tradisi pesantren.
Menurutnya, NU lahir dari lingkungan pesantren, sehingga keduanya tidak dapat dipisahkan. Beliau mengibaratkan NU dan pesantren seperti satu mata uang yang saling melengkapi dan membutuhkan.
KH Ahmad Said Asrori juga mengutip pandangan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Gus Dur pernah menyebut pesantren sebagai “NU kecil” dan NU sebagai “pesantren besar”. Pernyataan ini menegaskan kembali keterkaitan historis dan kultural antara keduanya.
Pemilihan Pondok Pesantren Ploso ini juga didasarkan pada kontribusi pesantren tersebut dalam menghasilkan banyak alumni yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal ini menunjukkan peran pesantren dalam penyebaran ajaran dan nilai-nilai NU.
Sementara itu, acara penutupan Munas dan Konbes akan dilaksanakan di Bangkalan, Madura. Pemilihan Bangkalan sebagai lokasi penutupan memiliki nilai historis yang sangat penting bagi Nahdlatul Ulama.
KH Ahmad Said Asrori menjelaskan bahwa Bangkalan memiliki peran sentral dalam sejarah berdirinya NU. Hal ini terkait dengan peran besar Syaikhona Muhammad Khalil bin Abdul Latif Al-Bangkalani yang memberikan petunjuk kepada Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari untuk mendirikan jamiyah Nahdlatul Ulama.
Tujuan pemilihan Bangkalan adalah untuk mengingatkan kembali kepada seluruh warga NU, terutama generasi muda, mengenai akar sejarah berdirinya organisasi ini agar tidak terputus.
Selain pertimbangan historis, PBNU juga menekankan aspek spiritual dalam rangkaian kegiatan Munas dan Konbes. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan seperti istigosah dan mujahadah.
Kegiatan spiritual ini bertujuan untuk memohon pertolongan dan keberkahan langsung kepada para ulama dan muassis (pendiri) NU melalui tawasul.
Ketua Organizing Committee (OC) Munas dan Konbes NU 2026, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memaparkan jadwal rangkaian acara. Pembukaan Munas dan Konbes dijadwalkan pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, dilanjutkan dengan sidang pleno pertama.
Pada keesokan harinya, Minggu pagi, akan diawali dengan laporan capaian PBNU. Sesi ini akan didahului dengan pengarahan dari Rais Aam dan Wakil Rais Aam PBNU.
Selanjutnya, akan dilanjutkan dengan pembahasan di berbagai komisi hingga malam hari. Terdapat enam komisi yang akan membahas berbagai agenda strategis organisasi hingga pleno terakhir pada hari Senin.
Setelah pleno terakhir, para peserta dijadwalkan akan bergeser menuju Surabaya. Sebelum itu, mereka akan melakukan ziarah ke makam para muassis NU yang berada di Jombang.
Gus Ipul menambahkan, jika waktu memungkinkan, para peserta akan berziarah ke makam muassis di Jombang. Setelah itu, mereka akan bermalam di Surabaya, dan pada pagi harinya akan menuju Bangkalan untuk berziarah ke makam Syaikhona Kholil Bangkalan.
Acara penutupan Munas dan Konbes akan dilaksanakan di Institut Agama Islam Syaikhona Kholil Bangkalan. PBNU secara resmi telah mengundang Presiden RI, Bapak Prabowo, untuk hadir sekaligus menutup seluruh rangkaian kegiatan tersebut.
Undangan kepada Presiden ini merupakan bentuk penghormatan dan pengakuan atas peran negara dalam mendukung kegiatan keagamaan dan organisasi kemasyarakatan.
Gus Ipul memperkirakan prosesi penutupan akan dimulai pada pagi hari, diawali dengan ziarah ke makam Syaikhona Khalil Bangkalan. Acara penutupan dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 23 Juli 2026, dan diperkirakan akan selesai sekitar pukul 16.00 WIB.





