KabarDermayu.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin kolaborasi erat dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) untuk memperluas peluang kerja hijau atau green jobs serta mengakselerasi transisi energi yang berkeadilan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk mendorong pembangunan berkelanjutan dan pengembangan industri hijau di Indonesia.
Diskusi mendalam mengenai penguatan kerja sama ini dilakukan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, dan Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, di Jakarta pada hari Rabu.
Pertemuan tersebut memfokuskan pada sinergi antara sektor bisnis dan pemerintah demi kemajuan pembangunan berkelanjutan, termasuk hilirisasi industri yang ramah lingkungan dan proses transisi energi yang adil.
Anindya Bakrie menekankan bahwa industrialisasi yang memiliki nilai tambah dan berlandaskan prinsip hijau dapat secara signifikan menciptakan lapangan kerja baru yang lebih hijau.
Baca juga: Perbaikan Tata Kelola Sumur Minyak Masyarakat yang Aman dan Legal di Musi Banyuasin
Lebih lanjut, hal ini juga berkontribusi pada penguatan ketahanan energi nasional.
“Kita berdiskusi bahwa lingkungan hidup saat ini adalah kunci untuk dapat mengembangkan bisnis di tengah ketidakpastian global. Mengapa demikian? Jika kita mampu melakukan industrialisasi dengan nilai tambah dan berorientasi hijau, ini akan meningkatkan green jobs sekaligus mendukung program ketahanan energi yang digagas pemerintah,” jelas Anindya di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.
Menurut Anindya, Kadin Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup memiliki visi yang sama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi sembari tetap memperhatikan kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula potensi pembentukan sebuah task force khusus untuk green jobs di dalam struktur Kadin Indonesia.
Selain itu, dibicarakan pula bentuk-bentuk kerja sama konkret terkait dengan transisi energi yang berkeadilan.
“Kami sangat antusias karena Bapak Menteri memiliki pemahaman yang komprehensif. Beliau tidak hanya ahli di bidang lingkungan hidup, tetapi juga memiliki pengalaman kuat dalam industrialisasi, penguasaan teknologi yang luas, serta pemahaman mendalam mengenai isu tenaga kerja. Diskusi tadi berlangsung sangat kondusif,” ungkap Anindya.
Sementara itu, Jumhur Hidayat menyambut baik komitmen Kadin Indonesia dalam meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap isu-isu lingkungan hidup.
“Saya gembira melihat Kadin semakin proaktif dalam memahami isu lingkungan, dan ini sejalan dengan apa yang kami perjuangkan. Ada banyak potensi kerja sama di masa depan, terutama terkait green jobs dan just energy transition,” ujar Jumhur.
Jumhur juga mengapresiasi perhatian Kadin terhadap pengembangan industri yang memiliki nilai tambah, namun tetap mematuhi standar lingkungan yang ketat.
“Dalam pengembangan nilai tambah, kesiapan untuk mematuhi standar lingkungan juga menjadi prioritas. Saya rasa ini langkah yang sangat baik. Artinya, peradaban kita di masa depan akan meningkat, karena sebelum bekerja dan mencari keuntungan, kita juga mempersiapkan diri untuk menjaga kelestarian lingkungan,” tuturnya.
Jumhur Hidayat menambahkan bahwa semangat untuk menjaga dan melestarikan bumi dapat menjadi perekat yang kuat untuk menyatukan berbagai lintas generasi, lintas sektor usaha, hingga lintas kelompok masyarakat.
“Tidak ada satu pun tekad yang dapat menyatukan berbagai kegiatan, generasi, intelektual, sektor usaha, etnis, maupun agama, kecuali tekad untuk memuliakan bumi,” pungkasnya.





