KabarDermayu.com – Penyelidikan mendalam terkait laporan dugaan penculikan yang menimpa atlet golf putri, Jesslyn Wijaya Lay, hingga kini masih terus bergulir di kepolisian. Walaupun pihak pelapor berinisial NA telah resmi mencabut laporannya, aparat penegak hukum menegaskan bahwa proses investigasi tidak serta-merta dihentikan begitu saja.
Pihak kepolisian saat ini telah mengambil langkah tegas dengan memanggil ayah dari Jesslyn beserta dua anggota keluarga lainnya. Pemanggilan ini bertujuan untuk menggali keterangan lebih detail mengenai situasi yang sebenarnya terjadi di balik laporan dugaan penculikan tersebut.
Langkah pemeriksaan ini diambil setelah penyidik menemukan bukti krusial yang cukup mengejutkan. Berdasarkan temuan di lapangan, Jesslyn terdeteksi telah meninggalkan wilayah Indonesia menuju Kuala Lumpur, Malaysia, tepat satu hari setelah peristiwa yang sebelumnya dilaporkan sebagai tindakan penculikan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Polisi Roby Heri Saputra, menjelaskan bahwa keterangan dari pihak keluarga sangat diperlukan. Hal ini terutama ditujukan kepada orang-orang yang mendampingi Jesslyn dalam perjalanannya ke luar negeri.
“Termasuk ayahnya, untuk memberikan keterangan terkait peristiwa ini kepada petugas Polres Metro Jakarta Pusat,” ungkap Roby dalam pernyataan resminya pada Selasa, 21 Juli 2026.
Menurut penjelasan Roby, pencabutan laporan oleh pihak pelapor pada 19 Juli 2026 tidak secara otomatis menggugurkan kewajiban polisi untuk melakukan penyelidikan. Pihak kepolisian tetap memiliki kepentingan besar untuk memastikan kondisi keamanan serta keselamatan sang atlet.
Selain itu, polisi ingin memastikan apakah dalam rangkaian peristiwa ini benar-benar terjadi tindak pidana atau tidak. Penyelidikan terus berjalan hingga semua fakta terungkap dengan jelas di hadapan hukum.
Dalam prosesnya, penyidik masih terus mengumpulkan berbagai bukti dan mencocokkan keterangan saksi dengan data yang telah dikumpulkan. Salah satu bukti yang menjadi sorotan utama adalah data manifes penerbangan yang menunjukkan pergerakan Jesslyn.
Data tersebut menunjukkan bahwa Jesslyn bertolak ke Kuala Lumpur melalui Bandara Semarang pada tanggal 14 Juli 2026. Dalam perjalanan tersebut, ia diketahui didampingi oleh dua orang anggota keluarganya.
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat memang telah menerima laporan terkait hilangnya Jesslyn yang diduga diculik. Peristiwa tersebut diklaim terjadi di sebuah restoran yang berlokasi di kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, saat korban sedang menghadiri acara ulang tahun neneknya.
Roby Heri Saputra membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut sejak Senin, 20 Juli 2026. Namun, pada tahap awal, pihak kepolisian belum memberikan rincian mendalam mengenai dinamika penyelidikan karena masih berfokus pada pelacakan keberadaan korban serta pengumpulan fakta di lapangan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian berkomitmen untuk tetap profesional dalam menangani kasus ini. Fokus utama penyidik adalah memberikan kepastian hukum dan memastikan bahwa tidak ada unsur tindak pidana yang terabaikan dalam laporan tersebut.





