KabarDermayu.com – Upaya memperkokoh fondasi ekonomi kerakyatan melalui dukungan terhadap sektor usaha ultra mikro terus menjadi fokus utama Danantara Indonesia. Komitmen ini ditunjukkan secara nyata melalui peninjauan langsung jajaran Komisaris Danantara Asset Management ke lapangan, tepatnya pada titik-titik layanan Permodalan Nasional Madani (PNM) di wilayah Mojokerto.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi Danantara melihat langsung ekosistem pemberdayaan yang dijalankan PNM. Mereka meninjau jalannya Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM), menyambangi tempat usaha para nasabah secara langsung, hingga melihat fasilitas pendidikan informal melalui Ruang Pintar PNM. Langkah ini menegaskan bahwa dukungan yang diberikan tidak sekadar bersifat finansial, melainkan sebuah pendampingan yang berkelanjutan bagi perempuan prasejahtera.
Apa itu usaha ultra mikro dan mengapa pemberdayaan menjadi kunci? Usaha ultra mikro merupakan skala bisnis terkecil yang menjadi penyangga ekonomi akar rumput. Melalui program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), PNM tidak hanya memberikan modal, tetapi juga akses pada edukasi pengelolaan keuangan, pengembangan jejaring sosial, dan pendampingan rutin. Model ini terbukti mampu meningkatkan kapasitas usaha nasabah secara bertahap.
Data hingga 30 Juni 2026 menunjukkan signifikansi peran PNM di Mojokerto. Terdapat lebih dari 73 ribu nasabah aktif yang dilayani melalui 25 Unit Mekaar. Mereka didampingi oleh 352 Account Officer (AO) yang mengelola 5.515 kelompok mingguan. Secara nasional, cakupan PNM jauh lebih luas, melayani lebih dari 23,3 juta masyarakat prasejahtera melalui jaringan 4.655 kantor layanan yang tersebar di 36 provinsi di seluruh Indonesia.
Sektor perdagangan mendominasi profil usaha nasabah di Mojokerto, disusul oleh sektor pertanian, jasa, dan industri rumahan. Salah satu kisah sukses datang dari nasabah bernama Sulikah. Berawal dari berjualan jajanan skala kecil di rumah, kini ia berhasil mengembangkan warung bakso lengkap dengan aneka varian menu di jalur pendakian. Transformasi ini menjadi bukti bahwa sinergi antara modal dan pendampingan mampu meningkatkan taraf hidup keluarga secara signifikan.
Tidak hanya menyentuh sektor ekonomi, perhatian Danantara dan PNM juga menyasar aspek sosial melalui Ruang Pintar PNM Majada Al-Hidayah. Fasilitas ini menjadi wadah pendidikan informal bagi anak-anak nasabah. Saat ini, sebanyak 43 anak dari jenjang PAUD hingga kelas 6 SD memanfaatkan ruang tersebut sebagai tempat belajar bersama setiap hari Rabu dan Kamis.
Komisaris Utama Danantara Asset Management, Rabin Indrajad Hattari, memberikan apresiasi tinggi terhadap pendekatan holistik yang diterapkan PNM. Menurutnya, kepedulian nyata terhadap pendidikan anak-anak nasabah dan lingkungan sekitar adalah nilai tambah yang membuat pemberdayaan ini terasa menyeluruh dan berdampak jangka panjang.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Direktur Utama PNM, Sunar Basuki, menekankan bahwa pemberdayaan adalah inti dari setiap layanan mereka. “Kami ingin memastikan setiap nasabah merasakan manfaat nyata, mulai dari meningkatnya kapasitas usaha hingga hadirnya harapan baru bagi masa depan keluarga mereka,” ujar Sunar.
Kolaborasi strategis antara Danantara dan PNM ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi perempuan pengusaha ultra mikro di Indonesia untuk terus berkembang, naik kelas, dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi stabilitas serta pertumbuhan ekonomi nasional dari tingkat yang paling mendasar.





