KabarDermayu.com – Sektor pertanian di Kabupaten Indramayu kembali mendapatkan suntikan semangat baru melalui pembangunan infrastruktur pengairan modern. Di Desa Jatimunggul, Kecamatan Lohbener, program pompanisasi yang digagas Kementerian Pertanian (Kementan) mulai menunjukkan hasil nyata, membuka peluang besar bagi para petani untuk meningkatkan intensitas tanam mereka.
Program ini merupakan bagian dari upaya Kementan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya di daerah-daerah yang memiliki potensi pertanian tinggi namun terkadang menghadapi kendala pasokan air. Melalui bantuan pompa air yang canggih, petani di Jatimunggul kini memiliki akses yang lebih baik terhadap sumber air, memungkinkan mereka untuk menggarap lahan secara lebih optimal.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Indramayu, H. Asep H. Zaenal, M.Si., menyambut baik implementasi program ini. Beliau menekankan bahwa bantuan pompanisasi ini bukan sekadar alat pengairan, melainkan sebuah investasi strategis untuk masa depan pertanian Indramayu. Dengan tersedianya air yang memadai, para petani tidak perlu lagi khawatir akan kekeringan yang kerap melanda, terutama saat musim kemarau.
Lebih lanjut, Asep menjelaskan bahwa program pompanisasi ini dirancang untuk mendukung peningkatan Indeks Pertanaman (IP) di wilayah tersebut. IP sendiri merupakan ukuran frekuensi tanaman yang ditanam dalam satu tahun pada satu bidang lahan. Dengan tersedianya air yang berkelanjutan, petani dapat melakukan penanaman lebih dari satu kali dalam setahun, yang secara otomatis akan meningkatkan produktivitas pertanian secara keseluruhan.
“Kami sangat bersyukur atas perhatian dari Kementan melalui program pompanisasi ini. Ini adalah solusi konkret untuk masalah klasik yang dihadapi petani kita,” ujar Asep. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendampingi dan memastikan program ini berjalan efektif di lapangan, mulai dari pemeliharaan alat hingga edukasi kepada petani mengenai optimalisasi penggunaannya.
Salah satu petani penerima manfaat di Desa Jatimunggul, Bapak Slamet (55 tahun), mengungkapkan rasa optimisnya. Selama bertahun-tahun, ia dan rekan-rekannya seringkali terpaksa menunda atau bahkan membatalkan penanaman akibat keterbatasan air. Kini, dengan adanya pompa air, ia merasa beban itu terangkat.
“Dulu kalau musim kemarau, lahan ini kering kerontang. Mau tanam lagi, airnya tidak ada. Sekarang, dengan pompa ini, kita bisa terus menanam. Ini rezeki nomplok buat kami,” tutur Slamet dengan senyum lebar. Ia berharap program serupa dapat terus diperluas ke desa-desa lain yang membutuhkan.
Implementasi program pompanisasi ini mencakup penyediaan unit pompa air berkapasitas besar yang disesuaikan dengan kebutuhan lahan pertanian di Jatimunggul. Selain itu, Kementan juga memberikan pendampingan teknis kepada kelompok tani setempat untuk memastikan mereka dapat mengoperasikan dan merawat alat tersebut dengan baik. Hal ini penting agar bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat jangka panjang.
Lebih dari sekadar alat, program ini juga mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat petani. Kerjasama yang baik menjadi kunci keberhasilan setiap program pembangunan, terutama di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian banyak daerah di Indonesia.
Dengan adanya program pompanisasi ini, Desa Jatimunggul berpotensi menjadi contoh keberhasilan dalam adaptasi teknologi pertanian modern untuk mengatasi tantangan iklim dan sumber daya air. Peningkatan intensitas tanam diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani secara individu, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas pasokan pangan di tingkat regional maupun nasional.
Pihak Kementan sendiri terus menggalakkan program serupa di berbagai wilayah lain yang memiliki karakteristik geografis dan tantangan serupa. Fokus pada pembangunan infrastruktur pengairan yang berkelanjutan menjadi salah satu prioritas utama dalam mewujudkan pertanian yang lebih tangguh dan produktif di masa depan.
Keberhasilan program ini di Jatimunggul menjadi bukti nyata bahwa dengan dukungan teknologi yang tepat dan kolaborasi yang solid, sektor pertanian Indonesia dapat terus berkembang dan beradaptasi menghadapi berbagai tantangan, demi terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.





