Pramono Akan Bangun Sekolah Rakyat Berasrama untuk 1.000 Siswa

oleh -1 Dilihat
Pramono Akan Bangun Sekolah Rakyat Berasrama untuk 1.000 Siswa

KabarDermayu.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mendukung pengembangan Sekolah Rakyat. Tujuannya adalah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Komitmen ini disampaikan saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, pada Jumat, 3 Juli 2026. Pemprov DKI Jakarta memandang pendidikan sebagai investasi jangka panjang.

Melalui pendidikan, diharapkan dapat membuka peluang hidup yang lebih baik dan memutus rantai ketidakberuntungan antargenerasi. Oleh karena itu, berbagai program pendidikan yang berpihak kepada masyarakat terus diperkuat.

“Tidak ada yang boleh tertinggal dalam memperoleh manfaat pembangunan. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang membuka harapan bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Gubernur Pramono, dikutip pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program bantuan. Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus Tahap I Tahun 2026 disalurkan kepada 707.477 peserta didik. Selain itu, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) diberikan kepada 15.825 mahasiswa.

Terdapat pula Program Pemutihan Ijazah Tahap I yang menjangkau 2.026 peserta didik. Sebanyak 90 siswa di SRMA 10 Jakarta Selatan juga turut menerima manfaat KJP Plus.

Pramono menekankan bahwa Sekolah Rakyat memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengubah nasib mereka. Ia mengaku memahami betul pentingnya bantuan pendidikan karena pernah mengalaminya secara pribadi.

“Saya merasakan sendiri bagaimana pentingnya bantuan pendidikan. Kalau dulu saya tidak mendapatkan beasiswa, mungkin saya tidak bisa melanjutkan sekolah. Karena itu, saya percaya Sekolah Rakyat akan menjadi investasi jangka panjang bagi anak-anak Indonesia,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas Presiden RI, Gubernur Pramono menyatakan kesiapan Pemprov DKI Jakarta untuk mengkaji penyediaan lahan. Lahan yang direncanakan seluas lima hingga delapan hektare akan digunakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat berasrama.

Sekolah berasrama ini diharapkan dapat menampung sekitar 1.000 siswa di Jakarta. “Jika memungkinkan, kami akan menyiapkan lahan sekitar lima hingga delapan hektare untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat berasrama bagi sekitar 1.000 siswa di Jakarta,” jelasnya.

Ia berharap sekolah ini dapat melahirkan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki masa depan yang lebih cerah. Sementara itu, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf memberikan apresiasi yang tinggi terhadap dukungan Pemprov DKI Jakarta. Dukungan ini sangat berarti bagi penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. “Saya berterima kasih kepada Pak Gubernur Pramono Anung yang selama ini terus berkolaborasi agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat dapat berjalan dengan baik,” ujar Saifullah Yusuf.

Ia juga menyambut baik kesiapan Pemprov DKI untuk mendukung tambahan sekolah rintisan yang dapat menampung sekitar 1.000 siswa di Jakarta. Menteri Saifullah menjelaskan bahwa pada tahap awal, Sekolah Rakyat di Jakarta memanfaatkan aset pemerintah yang telah dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Aset-aset tersebut digunakan sebagai lokasi sekolah rintisan. Saat ini, sekitar 10 lokasi telah disiapkan. Delapan di antaranya sedang dalam proses renovasi.

Beberapa lokasi yang sedang direnovasi antara lain gedung milik Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Pejompongan, serta lokasi di Marunda dan Curug. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci utama.

Kolaborasi ini penting untuk menghadirkan akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.