Upbit Indonesia: Talenta Digital Timur & Edukasi Blockchain Web3

oleh -1 Dilihat
Upbit Indonesia: Talenta Digital Timur & Edukasi Blockchain Web3

KabarDermayu.com – Upbit Indonesia bersama BlockDevId berupaya membangun ekosistem talenta digital yang kuat dari Indonesia Timur melalui penguatan edukasi mengenai teknologi blockchain dan Web3.

Perkembangan pesat teknologi blockchain dan Web3 telah membuka berbagai peluang baru bagi para profesional digital di Indonesia. Seiring dengan makin luasnya adopsi teknologi ini di berbagai sektor, kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki pemahaman mendalam tentang blockchain, aset digital, dan teknologi terdesentralisasi terus meningkat tajam.

Resna Raniadi, Chief Executive Officer (CEO) Upbit Indonesia, menekankan bahwa pengembangan talenta digital bukan lagi sekadar kebutuhan industri, melainkan sebuah investasi krusial untuk meningkatkan daya saing Indonesia di era ekonomi digital.

“Melihat besarnya potensi tersebut, pemerataan akses terhadap edukasi menjadi semakin penting. Potensi talenta digital tidak hanya berada di kota-kota besar, tetapi juga tersebar di berbagai daerah di Indonesia,” ujar Resna.

Menyadari hal tersebut, Upbit Indonesia bekerja sama dengan BlockDevId telah menyelenggarakan serangkaian acara edukatif di Universitas Islam Negeri (UIN) A.M. Sangadji, Ambon. Kegiatan ini mencakup Seminar Literasi Keuangan dan Teknologi Blockchain, serta Workshop Pengembangan Smart Contract.

Resna menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain kunci dalam ekonomi digital di kawasan Asia. Namun, potensi ini perlu didukung oleh tenaga profesional yang tidak hanya memahami teknologi blockchain, tetapi juga mampu beradaptasi dengan dinamika industri yang terus berkembang.

Oleh karena itu, Upbit Indonesia meyakini bahwa edukasi berkualitas harus dapat diakses secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa di berbagai penjuru nusantara. “Keputusan investasi yang baik selalu dimulai dari pemahaman yang cukup, bukan sekadar mengikuti tren atau informasi yang sedang viral,” tegasnya.

Seringkali terdapat anggapan bahwa industri blockchain hanya membutuhkan pengembang (developer). Padahal, seiring dengan semakin matangnya ekosistem aset digital, kebutuhan akan talenta menjadi jauh lebih beragam.

“Antara lain mulai dari compliance, manajemen risiko, keamanan siber, analis bisnis, pemasaran digital, hingga pengembangan komunitas,” jelas Resna, merinci spektrum kebutuhan talenta di industri blockchain.

Sebagai bagian integral dari rangkaian kegiatan, Upbit Indonesia dan BlockDevId juga menyelenggarakan workshop pengembangan smart contract. Sesi ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis langsung kepada para peserta. Mereka diajak memahami konsep dasar blockchain, membuat dompet Web3, hingga mengembangkan aplikasi sederhana berbasis smart contract menggunakan bahasa pemrograman Solidity.

Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif sekaligus memperkenalkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri blockchain saat ini.

Informasi Tambahan:

Teknologi blockchain adalah sistem pencatatan transaksi digital yang terdesentralisasi dan terdistribusi di banyak komputer. Setiap transaksi dicatat dalam blok yang saling terhubung menggunakan kriptografi, menjadikannya aman dan transparan.

Web3 adalah evolusi internet yang berfokus pada desentralisasi, kepemilikan pengguna, dan teknologi blockchain. Berbeda dengan Web2 yang didominasi oleh platform besar, Web3 bertujuan memberdayakan pengguna dengan kontrol lebih besar atas data dan identitas mereka.

Upaya kolaboratif antara Upbit Indonesia dan BlockDevId ini menandai langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia Timur untuk menghadapi tantangan dan meraih peluang di era ekonomi digital yang semakin mengglobal.