KabarDermayu.com – PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) berhasil mendapatkan restu dari para pemegang saham untuk melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Langkah strategis ini diambil guna memperkuat posisi keuangan perseroan.
Keputusan penting tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Jumat, 3 Juli 2026, di Horison Suites & Residences Rasuna, Jakarta. Forum ini dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 54,18 persen dari total saham yang telah diterbitkan, melampaui kuorum yang dipersyaratkan.
Antusiasme pemegang saham terlihat dari persetujuan hampir bulat, yakni 99,99 persen, terhadap seluruh agenda yang diajukan dalam RUPSLB. Hal ini menunjukkan kepercayaan penuh terhadap arah strategis yang diambil oleh manajemen UNSP.
Rencana PMTHMETD ini sebelumnya telah diinformasikan kepada publik pada 15 April 2026. Tujuan utamanya adalah untuk memperbaiki struktur keuangan perseroan melalui konversi utang menjadi saham. Dengan kata lain, para kreditur akan mengkonversi piutang mereka menjadi kepemilikan saham di UNSP.
Selain menyetujui PMTHMETD, RUPSLB juga mengesahkan perubahan pada Anggaran Dasar Perseroan, khususnya Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3). Perubahan ini diperlukan seiring dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor yang akan terjadi akibat pelaksanaan PMTHMETD.
Secara total, nilai PMTHMETD yang disetujui mencapai Rp4.351.533.821.920. Saham baru Seri B yang akan diterbitkan dalam rangka aksi korporasi ini ditetapkan dengan harga pelaksanaan sebesar Rp300 per saham.
Penetapan harga pelaksanaan ini mengacu pada ketentuan Bursa Efek Indonesia, memastikan bahwa transaksi dilakukan secara wajar (arm’s length transaction), sesuai dengan peraturan yang berlaku, dan tidak merugikan pemegang saham minoritas.
Analisis laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025 memproyeksikan dampak positif yang signifikan dari pelaksanaan PMTHMETD ini. Meskipun total aset diperkirakan tetap stabil di kisaran Rp3,49 triliun, proyeksi menunjukkan penurunan drastis pada total liabilitas.
Total liabilitas diprediksi akan menyusut dari Rp8,76 triliun menjadi Rp4,41 triliun, dengan pengurangan mencapai sekitar Rp4,35 triliun. Penurunan ini terbagi menjadi pengurangan liabilitas jangka pendek sebesar Rp4,26 triliun dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp92,96 miliar.
Dampak positif juga akan terasa pada sisi ekuitas. Defisit ekuitas yang sebelumnya tercatat sebesar Rp5,27 triliun diperkirakan akan berkurang signifikan menjadi defisit Rp919,08 miliar pasca-PMTHMETD. Perbaikan ini didorong oleh peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh menjadi Rp2,94 triliun serta kenaikan tambahan modal disetor menjadi Rp8,67 triliun.
Dengan berkurangnya beban keuangan dan membaiknya struktur permodalan, UNSP memproyeksikan rasio keuangan penting akan mengalami perbaikan. Rasio total liabilitas terhadap total aset diprediksi menurun dari 2,51 kali menjadi 1,26 kali, menandakan posisi keuangan yang lebih sehat.
Selain itu, rasio likuiditas yang diukur dari total aset lancar terhadap total liabilitas jangka pendek diproyeksikan meningkat dari 11 persen menjadi 22 persen. Peningkatan ini mengindikasikan kemampuan perusahaan yang lebih baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Kondisi keuangan yang lebih kuat ini diharapkan dapat menopang kelangsungan operasional perusahaan dan mendukung kegiatan bisnis di masa mendatang. Arus kas yang lebih stabil akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan UNSP.
Namun, perlu dicatat bahwa pelaksanaan PMTHMETD ini akan berdampak pada komposisi kepemilikan saham. Seluruh pemegang saham lama diproyeksikan akan mengalami dilusi kepemilikan sebesar 85,30 persen setelah aksi korporasi ini efektif berjalan.
Jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh akan melonjak dari sekitar 2,5 miliar saham menjadi sekitar 17 miliar saham. Kreditur yang mengkonversi utangnya akan menerima sekitar 14,5 miliar saham Seri B, yang setara dengan 85,30 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.
Akibatnya, porsi kepemilikan masyarakat akan berubah, menjadi sekitar 14,7 persen dari total saham. Angka ini terdiri dari 8,07 persen saham Seri A dan 6,63 persen saham Seri B. Jumlah saham dalam portepel juga akan mengalami penyesuaian, berkurang dari sekitar 38,88 miliar saham menjadi sekitar 24,38 miliar saham.
Melalui langkah strategis PMTHMETD ini, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk optimis dapat mencapai posisi keuangan yang lebih kokoh, mengurangi beban utang, memperbaiki struktur permodalan, dan memperkuat fondasi bisnis untuk keberlangsungan jangka panjang.





