Ratusan Kursi dan Blower Milik Vendor di Tangsel Hilang, Pelaku Tipu dengan Alasan untuk Acara MBG

oleh -4 Dilihat
Ratusan Kursi dan Blower Milik Vendor di Tangsel Hilang, Pelaku Tipu dengan Alasan untuk Acara MBG

KabarDermayu.com – Sebuah aksi penipuan dengan modus penyewaan perlengkapan acara kembali terjadi di wilayah Tangerang Selatan, memakan korban seorang pemilik usaha dekorasi di Ciputat Timur.

Pelaku yang belum diketahui identitasnya berhasil membawa kabur ratusan kursi dan sejumlah unit blower milik korban setelah berpura-pura menyewa untuk keperluan sebuah acara sosialisasi.

Korban diketahui berinisial SF, seorang pengusaha dekorasi berusia 39 tahun yang menjalankan usahanya dengan nama Fatimah Az-Zahra Wedding. Kerugian yang dialaminya diperkirakan cukup besar mengingat jumlah barang yang disewakan dan kini tak kunjung kembali.

Kapolsek Ciputat Timur, Komisaris Polisi Bambang Askar Sodiq, telah membenarkan adanya laporan terkait dugaan tindak pidana penipuan ini.

Peristiwa ini dilaporkan terjadi di Aula Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) yang berlokasi di Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, pada hari Kamis, 30 April 2026.

Kronologi kejadian bermula ketika korban menerima panggilan telepon dari seseorang yang memperkenalkan diri sebagai Andi pada Kamis, 30 April 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Pelaku memesan 170 unit kursi merek Futura dan tiga unit blower.

Barang-barang tersebut rencananya akan digunakan untuk sebuah acara yang bertempat di Aula HMB, yang beralamat di Jalan Semanggi II, Kelurahan Cempaka Putih.

Pelaku mengutarakan bahwa acara tersebut adalah sebuah pertemuan sosialisasi yang berkaitan dengan program MBG.

Tak berselang lama setelah menerima pesanan, korban segera mengirimkan perlengkapan yang diminta ke lokasi yang disebutkan, sekitar pukul 11.20 WIB. Namun, setibanya di tempat tujuan, tidak ada seorang pun yang siap menerima barang tersebut.

Pelaku, yang mengaku sebagai mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, hanya meminta korban untuk mengirimkan dokumentasi berupa foto dan video sebagai bukti pengiriman barang.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 15.00 WIB, korban menerima informasi dari pihak pengelola aula. Informasi tersebut menyatakan bahwa kursi dan blower yang telah dikirimkan telah diambil oleh orang yang tidak dikenal.

Ketika korban melakukan pengecekan kembali ke lokasi, jumlah barang yang tersisa ternyata sudah berkurang drastis.

“Selanjutnya pelapor mendatangi lokasi dan melihat kursi yang sebelumnya 170 tinggal 50 dan blower tidak ada,” ujar Kapolsek.

Berdasarkan data sementara yang berhasil dihimpun, sebanyak 120 unit kursi merek Futura dan tiga unit blower dilaporkan hilang.

Pihak kepolisian saat ini masih terus melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus ini. Upaya pengumpulan bukti-bukti serta pemeriksaan terhadap saksi-saksi di lokasi kejadian tengah dilakukan.

Sementara itu, korban, yang diwakili oleh SF, mengungkapkan bahwa ia mengalami kerugian finansial yang tidak sedikit.

Ia juga mengakui adanya kelalaian dalam proses transaksi yang ia lakukan. Kelalaian tersebut berupa kemudahan dalam mempercayai pelanggan baru tanpa melakukan verifikasi identitas yang memadai.

“Saya enggak minta alamat atau KTP, mungkin karena jarak lokasi pengiriman yang dekat, ngakunya mahasiswa,” ungkap SF, menyadari kesalahannya.

Korban berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap identitas pelaku dan melakukan penangkapan. Hal ini penting agar tidak ada lagi korban lain yang mengalami modus penipuan serupa.

Baca juga di sini: Prediksi Shio: Keberuntungan Mengalir Deras di Awal Mei 2026

“Setidaknya yang bawa barang-barang itu ketemu. Kalau barangnya enggak balik pun ya sudah, tapi pelakunya harus ketemu,” tegas SF.