KabarDermayu.com – Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat berhasil mengungkap motif di balik aksi penusukan yang menewaskan seorang pria berinisial AJ (35) di kawasan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin, 15 Juni 2026 dini hari.
Pelaku, yang diidentifikasi sebagai TA (23), ternyata dipicu oleh rasa marah karena ditinggalkan oleh korban saat diantar ke sebuah pondok pesantren.
Kapolsek Kemayoran, Kompol Agung Ardiansyah, menjelaskan bahwa pelaku merasa kesal karena korban tidak menemaninya hingga tuntas saat diantarkan ke pondok pesantren di Garut.
“Dia (pelaku) merasa marah saja. Karena dia waktu diantar ke pondok pesantren di Garut, itu ditinggalkan sama si korban. Jadi pas ketemu itu marah,” ungkap Kompol Agung kepada wartawan pada Rabu, 17 Juni 2026.
Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk merinci kronologi lengkap kejadian tersebut.
Kompol Agung menambahkan bahwa pengantaran ke pondok pesantren tersebut merupakan keinginan dari orang tua pelaku.
“Itu makanya, lagi di dalam penyelidikan ini. Kenapa ditinggalin. Ini kan ke pondok pesantren disuruh orang tuanya itu, diantar ke pondok pesantren,” jelasnya.
Pelaku TA saat ini telah diamankan di Mapolsek Kemayoran untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.
“Tersangkanya udah di Polsek,” tegas Kapolsek Kemayoran.
Sebelumnya, insiden tragis ini sempat viral setelah diunggah melalui akun Instagram @info.kemayoran. Unggahan tersebut menyebutkan bahwa aksi penusukan diduga dipicu oleh rasa sakit hati dan dendam.
Dalam video yang beredar, terlihat korban tergeletak di tengah jalan, sementara beberapa warga tampak menghampirinya.
Korban diduga ditikam menggunakan senjata tajam jenis pisau oleh tetangganya sendiri.
Kompol Agung Ardiansyah membenarkan adanya peristiwa penusukan tersebut di kawasan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat.
“Iya betul (ada kasus penusukan di kawasan Utang Panjang, Kemayoran, Jakpus). Korban inisial AJ (35) dan pelaku inisial TA (23),” kata Kompol Agung pada Senin, 15 Juni 2026.





