Misteri Kematian Sutrimo: Polisi Periksa Ponsel Ajudan Febrie Adriansyah

oleh -7 Dilihat
Misteri Kematian Sutrimo: Polisi Periksa Ponsel Ajudan Febrie Adriansyah

KabarDermayu.comMisteri di balik kematian seorang pria bernama Sutrimo yang ditemukan tidak bernyawa di depan Klinik Kecantikan Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, hingga kini masih menjadi sorotan publik. Pihak kepolisian dari Polda Metro Jaya terus bekerja keras untuk mengungkap tabir gelap di balik peristiwa yang terjadi pada 23 Juli 2026 tersebut.

Dalam upaya mempercepat proses penyelidikan, penyidik kini telah mengalihkan fokus utama mereka pada pemeriksaan barang bukti digital, yakni telepon genggam milik korban. Langkah ini diambil guna melacak jejak aktivitas serta komunikasi terakhir yang dilakukan Sutrimo sebelum ia mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus ini pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Menurutnya, setiap detail informasi yang tersimpan di dalam ponsel korban dianggap sangat krusial sebagai petunjuk untuk mengungkap penyebab kematian yang hingga kini masih tanda tanya.

Pemeriksaan Digital Menjadi Kunci

Penyidik menyadari bahwa ponsel sering kali menjadi saksi bisu dalam sebuah peristiwa hukum. Oleh karena itu, pemeriksaan data digital menjadi langkah yang tidak bisa diabaikan. Budi Hermanto menegaskan komitmen kepolisian untuk menelusuri informasi sekecil apa pun agar tidak ada celah yang tertinggal dalam proses penyidikan.

“Tentu ya, memeriksa ponsel Sutrimo. Informasi sekecil apa pun itu pasti akan dilakukan,” ujar Budi Hermanto.

Kendati demikian, pihak kepolisian masih bersikap tertutup mengenai hasil temuan dari pemeriksaan ponsel tersebut. Budi menekankan bahwa materi penyelidikan, termasuk isi percakapan atau data digital lainnya, bersifat rahasia dan belum bisa dipublikasikan kepada khalayak umum demi menjaga integritas proses hukum yang sedang berjalan.

Latar Belakang Peristiwa

Kasus ini menarik perhatian luas setelah beredar pesan berantai di media sosial yang mengaitkan sosok Sutrimo sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) dari mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Kaitan jabatan tersebut membuat publik menaruh perhatian ekstra pada perkembangan kasus ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tragis ini bermula saat korban diduga sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya. Tak lama kemudian, korban jatuh tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru. Saksi mata di lokasi sempat melihat adanya busa yang keluar dari mulut dan hidung korban sebelum ia dilarikan ke rumah sakit.

Upaya penyelamatan sempat dilakukan dengan membawa Sutrimo menggunakan ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring. Namun, setibanya di fasilitas kesehatan tersebut, tim medis menyatakan bahwa nyawa korban sudah tidak tertolong. Hingga saat ini, kepolisian terus mendalami keterangan dari berbagai pihak, termasuk memeriksa dokter yang berada di lokasi saat peristiwa berlangsung, guna memastikan penyebab pasti kematian yang masih menyisakan misteri tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menanti hasil resmi dari pihak berwenang terkait temuan forensik maupun hasil pendalaman bukti digital yang tengah dilakukan oleh Polda Metro Jaya.