Respons Ancaman AS, Iran Ancam Serang Infrastruktur Migas di Timur Tengah!

oleh -3 Dilihat
Respons Ancaman AS, Iran Ancam Serang Infrastruktur Migas di Timur Tengah!

KabarDermayu.com – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah pihak Teheran melontarkan peringatan keras terkait potensi serangan terhadap infrastruktur vital mereka.

Panglima Angkatan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Seyed Majid Mousavi, menegaskan bahwa jika Amerika Serikat nekat menyerang jembatan maupun pembangkit listrik di wilayah Iran, maka konsekuensi serius akan menanti sekutu-sekutu Washington di kawasan Timur Tengah.

Mousavi menyatakan bahwa pemadaman listrik secara total di negara-negara sekutu Amerika Serikat menjadi hal yang tidak terelakkan jika infrastruktur Iran menjadi sasaran serangan. Pernyataan ini disampaikan pada Kamis, 23 Juli 2026, sebagai respon langsung atas ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Sebelumnya, Presiden Trump melontarkan ancaman untuk menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik di Iran sebagai balasan atas setiap kapal yang diserang oleh Iran di kawasan Selat Hormuz.

Di sisi lain, Komando Pusat Khatam Al-Anbiya Iran memberikan peringatan lebih luas. Mereka menyatakan bahwa jika Amerika Serikat benar-benar merealisasikan ancamannya terhadap infrastruktur Iran, maka Teheran tidak hanya akan memblokir ekspor minyak di kawasan tersebut.

Iran menegaskan kesiapannya untuk melakukan serangan balasan yang lebih besar, yakni menyasar infrastruktur minyak, gas, sektor ekonomi, hingga pembangkit listrik di seluruh wilayah Timur Tengah.

Dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi nasional Iran, badan tersebut menyebutkan bahwa ancaman yang terus dilontarkan oleh pihak Amerika Serikat hanya akan memicu eskalasi perang yang lebih luas di kawasan.

Situasi ini cukup mengejutkan mengingat pada 18 Juni 2026, kedua negara sempat menandatangani memorandum perdamaian untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari. Namun, upaya damai tersebut goyah setelah pasukan Amerika Serikat kembali melancarkan serangan ke wilayah Iran pada 8 Juli.

Pihak Komando Pusat Amerika Serikat berdalih bahwa serangan tersebut merupakan tindakan balasan atas gangguan yang dilakukan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi jalur krusial Selat Hormuz.

Tidak tinggal diam, pasukan Iran membalas serangan tersebut dengan menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di Timur Tengah. Akibat dari rangkaian peristiwa ini, Presiden Trump menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang sempat disepakati antara Amerika Serikat dan Iran kini sudah tidak berlaku lagi.