Rupiah Makin Anjlok ke Rp 18.109, Potensi Tembus Rp 19.000 di Akhir Juni Imbas Geopolitik Timur Tengah

oleh -1 Dilihat
Rupiah Makin Anjlok ke Rp 18.109, Potensi Tembus Rp 19.000 di Akhir Juni Imbas Geopolitik Timur Tengah

KabarDermayu.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor Bank Indonesia, kurs rupiah terhadap dolar AS tercatat di level Rp 18.039 pada Jumat, 5 Juni 2026. Posisi ini stagnan dari kurs sebelumnya di level yang sama pada Kamis, 4 Juni 2026.

Sementara itu, pada perdagangan pasar spot, Senin, 8 Juni 2026 hingga pukul 09.05 WIB, rupiah ditransaksikan di Rp 18.109 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan pelemahan sebesar 73 poin atau 0,40 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 18.036 per dolar AS.

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi menembus level Rp 19.000 per dolar AS pada akhir Juni 2026.

Ia memprediksi kondisi rupiah yang bisa menyentuh level Rp 19.000 tersebut tidak terlepas dari kemungkinan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta ekspektasi suku bunga tinggi di AS.

“Kalau gejolak geopolitik masih terus berlangsung, kemudian spekulasi The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi dan menaikkan suku bunga di akhir Juni ini, maka rupiah kemungkinan besar akan di Rp19.000,” kata Ibrahim dalam riset hariannya, Senin, 8 Juni 2026.

Menurutnya, faktor utama yang saat ini membebani pergerakan rupiah adalah meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

Situasi di kawasan tersebut menjadi memanas setelah terjadinya serangan antara AS dan Iran, yang memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kawasan. Kekhawatiran ini terutama berpusat di sekitar Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia.

“Gencatan senjata antara AS dan Iran kemungkinan besar tidak akan berumur panjang, karena AS sendiri mengatakan pangkalan-pangkalan udara mereka di Timur Tengah rusak berat,” ujar Ibrahim.

“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.950—Rp 18.250,” imbuhnya.