KabarDermayu.com – Markas Koordinasi Ukraina untuk Penanganan Tahanan Perang mengumumkan pada Sabtu bahwa Rusia telah menyerahkan 528 jenazah tentara yang gugur kepada Ukraina.
Pihak berwenang Ukraina menyatakan bahwa jenazah-jenazah tersebut, yang menurut pihak Rusia kemungkinan adalah personel militer Ukraina, dikembalikan sebagai bagian dari proses repatriasi.
Pernyataan yang diunggah di platform media sosial Facebook menambahkan bahwa penyidik penegak hukum dan ahli forensik akan segera bekerja untuk mengidentifikasi para korban.
Baca juga: Ketahanan Pangan adalah Fondasi Kedaulatan Bangsa
Sebelumnya pada Jumat, 15 Mei, kantor berita Rusia, Tass, mengutip sumber yang melaporkan adanya pertukaran jenazah tentara yang gugur antara Rusia dan Ukraina. Disebutkan bahwa Rusia menyerahkan 526 jenazah dan menerima 41 jenazah.
Namun, hingga berita ini diturunkan, Rusia belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dengan pertukaran jenazah tersebut.
Perlu dicatat bahwa pada bulan April lalu, Rusia mengklaim telah menyerahkan 1.000 jenazah tentara yang gugur kepada Ukraina, sementara Ukraina mengembalikan 41 jenazah.
Pihak Ukraina mengkonfirmasi penerimaan 1.000 jenazah tersebut, namun tidak memberikan rincian mengenai jumlah jenazah yang diserahkan kepada Rusia.
Lebih jauh ke belakang, pada 2 Februari 2026, Kementerian Luar Negeri Rusia menyampaikan bahwa sejak Juni 2025, lebih dari 12.000 jenazah telah diserahkan kepada Ukraina.
Sementara itu, Rusia sendiri telah menerima lebih dari 200 jenazah prajuritnya dalam periode yang sama.
Kemenlu Rusia juga mengungkapkan bahwa 17 putaran pertukaran tawanan perang dan tahanan antara kedua negara, yang difasilitasi oleh Uni Emirat Arab pada tahun 2024 dan 2025, telah berhasil membebaskan lebih dari 4.000 orang.





