Saham Asia Tertekan Akibat Ketegangan Iran-AS di Selat Hormuz

oleh -8 Dilihat
Saham Asia Tertekan Akibat Ketegangan Iran-AS di Selat Hormuz

KabarDermayu.com – Bursa Asia Pasifik mengalami penurunan signifikan pada pembukaan perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Kekhawatiran yang meningkat akibat memanasnya kembali ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, ditambah kegagalan gencatan senjata, memberikan tekanan pada indeks-indeks saham di kawasan tersebut.

Insiden baku tembak antara kedua negara di Selat Hormuz menjadi pemicu utama kekhawatiran ini. Baik Iran maupun Amerika Serikat saling mengklaim bahwa pihak lawanlah yang memulai serangan terlebih dahulu.

Menurut laporan CNBC International, indeks Kospi Korea Selatan tercatat anjlok sebesar 1,88 persen. Sementara itu, indeks Kosdaq, yang mencakup saham-saham berkapitalisasi kecil, menunjukkan penguatan tipis sebesar 0,56 persen.

Baca juga: Pengakuan Noel Ebenezer Soal Penyesalan Terima Gratifikasi Rp3,36 Miliar dan Motor

Di Jepang, indeks Nikkei 225 mengalami koreksi sebesar 0,62 persen, yang sebagian besar disebabkan oleh aksi ambil untung oleh investor. Penurunan ini terjadi setelah indeks acuan tersebut berhasil mencapai rekor tertinggi pada sesi perdagangan sebelumnya, yaitu Kamis, 7 Mei 2026.

Sementara itu di Australia, indeks S&P/ASX 200 melemah sebesar 0,88 persen. Di Hong Kong, indeks Hang Seng berjangka terpantau berada di level 26.285, yang lebih rendah dibandingkan penutupan terakhir indeks di angka 26.626,28.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bersikeras bahwa gencatan senjata tetap berlaku. Ia menggambarkan serangan di Selat Hormuz sebagai sekadar “sentuhan kasih sayang”.

Melalui unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump melontarkan ancaman kepada Iran. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat akan “benar-benar menghancurkan” pihak Iran yang menyebabkan perahu kecil dan drone “jatuh dengan sangat indah ke laut, seperti kupu-kupu yang jatuh ke liang kuburnya!”.

Trump juga kembali memperingatkan Iran mengenai konsekuensi yang akan mereka hadapi jika tidak menyetujui kesepakatan nuklir.

“Sama seperti kita mengalahkan mereka lagi hari ini, kita akan mengalahkan mereka dengan lebih telak, dan jauh lebih brutal, di masa depan, jika mereka tidak segera menandatangani Kesepakatan itu!” tulis Trump dalam unggahannya.