Kuwait dan Arab Saudi Izinkan Pangkalan Militer untuk Operasi AS di Selat Hormuz

oleh -7 Dilihat
Kuwait dan Arab Saudi Izinkan Pangkalan Militer untuk Operasi AS di Selat Hormuz

KabarDermayu.com – Arab Saudi dan Kuwait telah mencabut pembatasan yang sebelumnya diberlakukan terhadap penggunaan pangkalan militer dan wilayah udara mereka oleh Amerika Serikat.

Keputusan ini diambil setelah Amerika Serikat meluncurkan operasi untuk membuka kembali Selat Hormuz. Laporan ini mengutip pejabat Amerika Serikat dan Arab Saudi, sebagaimana diberitakan oleh Wall Street Journal.

Langkah ini memberikan kelancaran bagi Presiden Donald Trump dalam upayanya mengamankan jalur pelayaran komersial. Jalur air ini sangat penting secara strategis, terutama di tengah meningkatnya ketegangan yang melibatkan Iran.

Baca juga: Peluang Libatkan SMV di Bawah Kemenkeu untuk Dana Stabilisasi Obligasi

Menurut laporan Wall Street Journal pada hari Kamis, 7 Mei 2026, pemerintahan Trump bersiap untuk melanjutkan operasi “Project Freedom”. Operasi ini mencakup pengawalan angkatan laut bagi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, dengan dukungan angkatan laut dan udara dari Amerika Serikat.

Misi tersebut dilaporkan sempat dihentikan sementara pada awal pekan ini setelah beroperasi selama 36 jam.

Para perencana di Pentagon saat ini sedang mengevaluasi jadwal untuk melanjutkan operasi tersebut. Beberapa pejabat Amerika Serikat mengindikasikan bahwa aktivitas dapat dimulai kembali paling cepat pada pekan ini, berdasarkan keterangan pejabat AS.

Pencabutan pembatasan ini menghilangkan hambatan signifikan bagi upaya Presiden Donald Trump. Tujuannya adalah untuk mengamankan jalur pelayaran komersial melalui jalur air yang sangat vital secara strategis ini, di tengah memanasnya situasi dengan Iran.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Hal ini memicu balasan dari Teheran terhadap Israel serta sekutu Amerika di Teluk, yang bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April, yang dimediasi oleh Pakistan. Namun, pembicaraan di Islamabad gagal mencapai kesepakatan yang berkelanjutan. Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Trump tanpa batas waktu yang pasti.

Amerika Serikat telah menerapkan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di selat tersebut sejak 13 April.

Trump mengumumkan pada hari Selasa bahwa militer AS akan menghentikan sementara “Project Freedom”. Tujuannya adalah untuk memulihkan kebebasan navigasi bagi pelayaran komersial melalui Selat Hormuz. Ia juga menegaskan bahwa blokade Amerika akan tetap berlaku penuh.