Sport Tourism Kebangkitan PON 2028: Momentum Indonesia Maju

oleh -5 Dilihat
Sport Tourism Kebangkitan PON 2028: Momentum Indonesia Maju

KabarDermayu.com – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Marciano Norman, menyatakan bahwa Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan program strategis nasional untuk mewujudkan target pembangunan olahraga di Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan Marciano saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI tahun 2026 di Hotel Pullman Central Park, Jakarta Barat, pada Kamis, 21 Mei 2026.

Menurutnya, PON bukan sekadar ajang multi-event olahraga nasional. Lebih dari itu, PON adalah puncak pembinaan olahraga prestasi di Indonesia yang melibatkan seluruh elemen olahraga nasional, mulai dari KONI pusat, KONI daerah, hingga induk cabang olahraga.

“PON adalah tanggung jawab bersama bangsa Indonesia dalam mencetak prestasi olahraga,” ujar Marciano.

Dalam kesempatan tersebut, Marciano juga membeberkan sejumlah terobosan baru yang dilakukan KONI untuk mengembangkan olahraga nasional. Selain PON utama yang digelar setiap empat tahun sejak 1948, kini hadir sejumlah event baru seperti PON Bela Diri, PON Pantai, PON Indoor, hingga PON Remaja.

Langkah ini diambil demi memperluas pembinaan atlet sekaligus memberikan ruang kompetisi yang lebih besar bagi para atlet di berbagai cabang olahraga.

Marciano mengklaim bahwa program pembinaan olahraga sepanjang tahun 2025 berjalan cukup sukses. Hal ini terlihat dari capaian atlet Indonesia di berbagai ajang internasional, termasuk keberhasilan Indonesia finis di posisi kedua SEA Games Thailand 2025.

Prestasi tersebut disebut sebagai bukti bahwa sistem pembinaan olahraga dari level klub hingga nasional mulai berjalan efektif.

KONI juga menyampaikan apresiasi kepada atlet, pelatih, ofisial, induk cabang olahraga, serta KONI daerah yang dinilai berkontribusi besar terhadap kemajuan olahraga Indonesia.

Salah satu agenda yang dianggap sukses adalah penyelenggaraan PON Bela Diri I 2025 di Kudus yang mempertandingkan 10 cabang olahraga bela diri.

Ke depannya, KONI telah menyiapkan sejumlah agenda besar lainnya. Di antaranya adalah PON Pantai 2026 yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta PON Bela Diri 2026 di Sulawesi Utara.

Tidak hanya fokus pada prestasi, KONI juga mulai memperluas peran olahraga sebagai alat diplomasi internasional. Marciano mencontohkan program pelatihan atlet petanque Timor Leste di kampus Universitas Negeri Surabaya serta pelatihan atlet voli pasukan pengamanan perdana menteri Kamboja.

Sementara itu, salah satu fokus utama KONI saat ini adalah persiapan PON XXII 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan sebagian venue di Jakarta.

Baca juga: Penilaian Dukungan Nadiem Makarim dalam Sidang Korupsi Chromebook Dianggap Keliru

Marciano berharap PON 2028 bukan hanya sukses dari sisi penyelenggaraan dan prestasi, tetapi juga mampu menggerakkan sektor ekonomi melalui *sport tourism* dan industri olahraga.

“Dalam Rakernas kali ini ada beberapa hal yang akan kita bahas dan menjadi fokus kita tentunya. Yang pertama tentunya menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), kedua menyelaraskan kembali agenda kegiatan olahraga yang dilakukan oleh KONI, KONI Provinsi, maupun cabang olahraga, agar tidak benturan satu sama lain dalam mendukung pembinaan atlet,” kata Marciano.

Selain itu, Musornaslub KONI 2026 juga akan menentukan tuan rumah PON XXIII 2032. Hingga saat ini, pasangan Banten-Lampung menjadi kandidat tunggal tuan rumah.

Marciano juga menekankan pentingnya hubungan harmonis antara KONI, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, dan Komite Olimpiade Indonesia.

“Tidak boleh ada celah antara KONI Pusat dengan Kemenpora, tidak boleh ada celah antara KONI dan KOI karena tugas kita mempersatukan bangsa melalui olahraga. Bicara olahraga kita hanya bicara Merah Putih,” tegasnya.

Rakernas KONI 2026 dibuka langsung oleh Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, yang mewakili Menpora RI.

Dalam sambutannya, Taufik menegaskan pemerintah siap memperkuat sinergi dengan KONI dan seluruh cabang olahraga demi meningkatkan prestasi Indonesia di masa depan.

“Kami melihat KONI dan cabang olahraga sebagai mitra strategis. Ke depan tantangan olahraga sangat besar dan kita harus bersatu,” ujar Taufik.

Rakernas KONI 2026 juga menjadi ajang pemberian penghargaan kepada tokoh, atlet, pelatih, organisasi, hingga lembaga pendidikan yang berjasa terhadap perkembangan olahraga Indonesia.

Sejumlah tokoh nasional seperti Tomy Winata, Low Tuck Kwong, dan Prajogo Pangestu mendapat penghargaan sebagai tokoh peduli olahraga. Sementara atlet-atlet berprestasi seperti Rizki Juniansyah, Veddriq Leonardo, dan Desak Made Rita Kusuma turut menerima apresiasi dari KONI.

Rakernas KONI 2026 diharapkan mampu memperkuat koordinasi seluruh pemangku kepentingan olahraga nasional demi meningkatkan prestasi Indonesia di level dunia.