Sudaryono Bantah Keluarganya Terlibat Proyek MBG atau SPPG, Siap Benahi Tata Kelola BGN

oleh -3 Dilihat
Sudaryono Bantah Keluarganya Terlibat Proyek MBG atau SPPG, Siap Benahi Tata Kelola BGN

KabarDermayu.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dilantik, Sudaryono, secara tegas membantah adanya keterlibatan dirinya maupun anggota keluarganya dalam kepemilikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan ini disampaikan sebagai wujud komitmen nyata dalam menjaga integritas lembaga serta upaya preventif untuk menghindari konflik kepentingan dalam menjalankan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Sudaryono resmi mengemban tugas sebagai Kepala BGN menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Di hadapan awak media, ia menekankan bahwa jabatan yang kini dipegangnya merupakan tanggung jawab besar. Mengingat program Makan Bergizi Gratis memiliki skala yang sangat luas serta alokasi anggaran yang signifikan, ia merasa perlu adanya keterbukaan sejak awal kepemimpinannya.

“Hari ini saya resmi menjadi Kepala Badan Gizi Nasional. Ini adalah amanah besar bagi saya karena Program Makan Bergizi Gratis merupakan program besar, grand, dan salah satu program prioritas Presiden,” ungkap Sudaryono.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Nanik S Deyang atas kontribusinya selama memimpin BGN. Ia mendoakan agar pendahulunya tersebut dapat segera pulih dari kondisi kesehatan yang dialami saat ini.

Menepis Isu Kepemilikan Dapur MBG

Sudaryono memberikan klarifikasi khusus terkait rumor yang beredar di publik mengenai keterlibatan pihak keluarga atau kerabatnya dalam pengelolaan dapur atau SPPG. Ia memastikan bahwa seluruh isu tersebut tidak berdasar dan tidak benar adanya.

“Saya tidak punya SPPG, tidak punya dapur, dan tidak ada keluarga saya yang punya yang seperti itu,” tegas Sudaryono.

Ia memberikan peringatan keras kepada pihak mana pun agar tidak mencoba-coba mengatasnamakan dirinya, keluarga, maupun orang dekatnya demi mendapatkan keuntungan pribadi atau jasa dalam proyek strategis ini. Jika ditemukan praktik semacam itu, masyarakat diminta untuk segera melapor kepada pihak berwajib.

Sudaryono juga menyampaikan permohonan maaf kepada sahabat dan kerabatnya jika di masa mendatang ia tidak akan memberikan perlakuan istimewa dalam urusan pekerjaan. Baginya, profesionalisme harus dijunjung tinggi di atas kedekatan personal.

Reformasi Tata Kelola BGN

Lebih lanjut, Sudaryono mengakui bahwa masih terdapat beberapa aspek dalam tata kelola Badan Gizi Nasional yang memerlukan perbaikan. Ia berkomitmen untuk meningkatkan transparansi agar pengelolaan anggaran benar-benar akuntabel.

Ia berjanji akan merombak sistem yang selama ini dianggap masih tertutup dan manual menjadi lebih digital serta transparan. Menurutnya, setiap rupiah yang dikeluarkan dari anggaran negara harus dipertanggungjawabkan sepenuhnya untuk rakyat.

“Yang tidak transparan harus dibuat transparan, yang masih manual harus dibuat digital, dan yang sembunyi-sembunyi tidak boleh terjadi lagi. Semuanya harus terang benderang,” tambahnya.

Esensi Program Makan Bergizi Gratis

Sudaryono menegaskan bahwa program ini bukan sekadar aktivitas bagi-bagi makanan. Tujuan fundamentalnya adalah pemenuhan gizi berkualitas bagi kelompok prioritas, yakni anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta lanjut usia.

Selain aspek kesehatan, program ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi positif bagi sektor pertanian dan peternakan lokal. Ia berencana mengoptimalkan rantai pasok pangan agar hasil panen petani terserap dengan baik dan meminimalisir pemborosan bahan pangan.

Komitmen Zero Tolerance

Sebagai penutup, Sudaryono menegaskan prinsip zero tolerance terhadap praktik korupsi dalam instansi yang dipimpinnya. Ia meminta dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan agar BGN dapat menjalankan tugas dengan bersih dan amanah.

  • Menjaga transparansi dalam setiap kebijakan.
  • Mengutamakan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
  • Mendorong keterlibatan sektor pangan lokal secara maksimal.
  • Menjaga integritas institusi dengan menolak segala bentuk praktik KKN.

Dengan komitmen ini, Sudaryono berharap program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi kualitas gizi generasi penerus bangsa Indonesia.