Tarif Pesawat Naik? Menhub Bicara Dampak Geopolitik Global

oleh -9 Dilihat
Tarif Pesawat Naik? Menhub Bicara Dampak Geopolitik Global

KabarDermayu.com – Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, memberikan sinyal bahwa tarif batas atas (TBA) tiket pesawat kemungkinan besar akan mengalami kenaikan. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap dampak geopolitik global yang berimbas pada peningkatan biaya operasional penerbangan.

Menyikapi kondisi ini, pemerintah akan segera membahas lebih lanjut mengenai penentuan TBA tiket pesawat. Pembahasan ini akan melibatkan maskapai penerbangan serta pemangku kepentingan lainnya.

Sebagai langkah antisipasi jangka pendek, pemerintah terlebih dahulu akan memformulasikan penyesuaian biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge. Penyesuaian ini dilakukan untuk merespons kenaikan harga avtur yang secara langsung memengaruhi biaya operasional maskapai.

Hal ini disampaikan oleh Menhub Dudy Purwagandhi usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta pada Kamis, 21 Mei 2026. Ia mengkonfirmasi adanya rencana pembahasan TBA tiket pesawat.

Pernyataan Menhub ini merupakan tindak lanjut dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPW), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sebelumnya, Menko AHY menyatakan akan melakukan pembahasan bersama Kementerian Perhubungan terkait harga tiket pesawat yang terdampak oleh isu geopolitik global.

Meskipun demikian, Menhub Dudy Purwagandhi mengakui bahwa hingga saat ini belum ada pertemuan khusus yang diadakan antara dirinya dengan Menko IPW untuk membahas kebijakan TBA secara rinci.

Ia menjelaskan bahwa fokus jangka pendek adalah pada formulasi penyesuaian fuel surcharge sebagai respons terhadap kenaikan harga avtur. “Untuk TBA kita akan bicara dengan airlines dan juga stakeholder lain termasuk dengan Kemenko Infra,” ujar Dudy.

Menurut Dudy, pembahasan terkait penyesuaian fuel surcharge dengan maskapai telah dilakukan dan mencapai kesepakatan. Hal ini dinilai sebagai kebutuhan mendesak agar industri penerbangan dapat beradaptasi dengan kenaikan biaya bahan bakar.

Setelah kebijakan fuel surcharge diterapkan, pemerintah akan melanjutkan pembahasan mengenai tarif batas atas. Pembahasan ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk maskapai penerbangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Koordinator Infrastruktur, serta pihak terkait lainnya.

“Kita sebenarnya sudah bahas itu. Maksudnya untuk jangka pendek dengan airlines sudah sepakat bahwa untuk fuel surcharge ini yang dirasakan yang paling mereka butuhkan supaya mereka bisa beradaptasi dengan kenaikan harga avtur,” jelasnya.

Baca juga: WNI Dibebaskan Israel, Pemerintah Diminta Jaga Hingga Tiba di Tanah Air

Peluang Kenaikan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat

Menhub menegaskan bahwa pembahasan tarif batas atas tiket pesawat memiliki potensi besar untuk dilakukan ke depannya. Fokus utamanya adalah pada kemungkinan penyesuaian kenaikan batas tarif guna menjaga keberlanjutan layanan penerbangan nasional.

“Oh iya (ada potensi untuk pembahasan TBA tiket pesawat) pasti, pasti. Bukan turun TBA nya, tapi naik TBA-nya,” beber Dudy, mengindikasikan bahwa arah penyesuaian TBA adalah untuk naik, bukan turun.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memastikan bahwa penyesuaian tarif batas atas (TBA) tiket pesawat akan dilakukan secara terukur. Pertimbangan utama dalam penyesuaian ini adalah kondisi masyarakat serta kenaikan harga energi dunia yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.

“Memang tidak selalu mudah untuk menghadapi dinamika dunia seperti ini, tetapi mudah-mudahan ada perbaikan situasi dan sekaligus juga (harga tiket pesawat) tidak terlalu memberatkan masyarakat,” kata AHY di Jakarta, Minggu, 17 Mei 2026.

Menurut AHY, konflik dan ketegangan global memiliki dampak langsung terhadap kenaikan harga energi dunia. Hal ini kemudian berimbas pada peningkatan biaya operasional sektor transportasi udara dan layanan penerbangan nasional secara keseluruhan.

Pemerintah memahami kekhawatiran masyarakat terkait potensi kenaikan harga tiket pesawat, terutama menjelang masa libur sekolah dan perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Periode ini biasanya ditandai dengan peningkatan mobilitas perjalanan nasional.

Sebagai Menko yang membawahi Kementerian Perhubungan, AHY menyatakan bahwa pemerintah terus melakukan pembahasan bersama Kementerian Perhubungan. Tujuannya adalah untuk mencari berbagai opsi kebijakan yang memastikan penyesuaian harga tiket tetap berada dalam batas yang wajar dan terukur.

Pemerintah juga berkoordinasi erat dengan maskapai penerbangan yang beroperasi di Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk mencari solusi terbaik dalam menghadapi tekanan biaya operasional yang disebabkan oleh kenaikan harga energi dunia saat ini.

AHY berharap kondisi geopolitik global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah, dapat segera membaik. Hal ini diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap pasar energi dunia dan sektor penerbangan secara bertahap.