KabarDermayu.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Kamis, 21 Mei 2026, tercatat anjlok 99 poin atau 1,64 persen. IHSG berada di level 5.995.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memprediksi bahwa IHSG berpotensi untuk kembali menguat pada perdagangan hari ini. Prediksi ini didasarkan pada analisis teknikal jangka pendek.
“IHSG berpotensi short term technical rebound jika bertahan di support 6.000-an,” kata Fanny dalam riset hariannya, Jumat, 22 Mei 2026.
Pergerakan bursa saham global pada perdagangan Kamis kemarin menunjukkan tren yang beragam. Hal ini dipicu oleh meredanya kekhawatiran terkait isu geopolitik di Timur Tengah. Selain itu, sentimen positif juga datang dari sektor teknologi yang melaporkan proyeksi pendapatan melampaui ekspektasi pasar.
Kenaikan signifikan terjadi di bursa saham Korea Selatan, di mana indeks KOSPI melonjak lebih dari 8 persen. Penguatan ini didorong oleh kabar kembalinya sejumlah kapal tanker melintasi Selat Hormuz, yang meredakan kekhawatiran mengenai gangguan pasokan energi global.
Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang juga mencatat penguatan sebesar 3,14 persen. Meskipun data aktivitas manufaktur menunjukkan adanya perlambatan, ekspor Jepang pada bulan April justru mengalami kenaikan sebesar 14,8 persen secara year-on-year (yoy).
Di Australia, indeks ASX 200 menguat 1,5 persen. Namun, data ekonomi yang dirilis menunjukkan perlambatan aktivitas sektor jasa ke level 47,7 pada Mei, turun dari 50,7 pada periode sebelumnya.
“Support IHSG berada di level 5.900-6.000 sementara resis IHSG di rentang 6.120-6.170,” ujar Fanny.
Sebagai informasi, bursa saham Wall Street ditutup dengan sedikit kenaikan pada perdagangan Kamis kemarin. Hal ini seiring dengan penurunan harga minyak dan meningkatnya harapan terhadap kemajuan pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Sentimen geopolitik menjadi fokus utama investor di tengah minimnya kejutan dari musim laporan kinerja emiten. Indeks Dow Jones Industrial Average berhasil naik 0,55 persen. Indeks S&P 500 menguat 0,17 persen, dan Nasdaq Composite mencatat kenaikan tipis sebesar 0,09 persen.
Selain itu, pelaku pasar juga merespons perkembangan terbaru dari pembicaraan AS-Iran yang dilaporkan menunjukkan sejumlah kemajuan awal. Meskipun demikian, beberapa isu utama masih belum terselesaikan. Isu-isu tersebut meliputi perbedaan pandangan terkait program pengayaan uranium Iran serta pengawasan di Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting bagi distribusi minyak dunia.
Baca juga: Pasangan Kekasih Kompak Curi Motor di Hajatan Pernikahan Banten
Dari sisi emiten, saham Walmart mengalami penurunan signifikan sebesar 7,3 persen. Penurunan ini terjadi setelah perusahaan memproyeksikan laba kuartal II-2026 di bawah ekspektasi pasar. Saham Nvidia juga tercatat turun 1,8 persen akibat aksi ambil untung oleh investor. Penurunan ini terjadi meskipun perusahaan sebelumnya telah merilis proyeksi pendapatan yang kuat serta mengumumkan program buyback saham senilai US$80 miliar.





