IHSG Anjlok 3,08%: OJK, DPR, Danantara Geruduk BEI

oleh -8 Dilihat
IHSG Anjlok 3,08%: OJK, DPR, Danantara Geruduk BEI

KabarDermayu.com – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Frederica Widyasari Dewi, bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, serta Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, melakukan kunjungan mendadak ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 19 Mei 2026.

Turut mendampingi rombongan tersebut adalah Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria. Kunjungan ini dilakukan untuk memantau langsung kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dilaporkan sedang mengalami pelemahan signifikan.

Rombongan para pejabat tinggi tersebut tiba di Gedung BEI sekitar pukul 10.30 WIB dan langsung menuju lantai 6 untuk melakukan pertemuan dengan jajaran manajemen BEI.

Hingga berita ini diturunkan, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, bersama para pejabat lainnya belum memberikan komentar apapun mengenai maksud dan tujuan kedatangan mereka ke kantor pusat bursa saham tersebut.

Kunjungan mendadak ini terjadi menyusul anjloknya IHSG yang cukup dalam pada sesi I perdagangan hari yang sama. Indeks tercatat merosot 202 poin atau setara dengan 3,08 persen.

Baca juga: Pemerintah Diminta Segera Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel

Sebelumnya, IHSG telah dibuka dengan pelemahan tipis 22 poin atau 0,34 persen pada level 6.576 pada pembukaan perdagangan pagi tadi.

Kondisi pelemahan IHSG ini memang menjadi perhatian serius dari berbagai pihak. Termasuk para regulator dan perwakilan pemerintah.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, sebelumnya sempat memprediksi adanya potensi rebound atau pembalikan arah penguatan IHSG pada perdagangan hari ini.

“IHSG berpotensi short term technical rebound hari ini, setelah 5 hari berturut-turut terkoreksi,” ujar Fanny dalam riset hariannya pada Selasa, 19 Mei 2026.

Fanny menjelaskan bahwa pelemahan bursa saham Asia pada Senin kemarin dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali memicu kekhawatiran inflasi global.

Serangan drone di kawasan Teluk memicu gangguan pasokan energi, yang kemudian mendorong kenaikan imbal hasil obligasi global. Ketegangan ini semakin meningkat pasca serangan drone yang menyebabkan kebakaran di pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab.

Selain itu, pasar juga menunjukkan kehati-hatian menjelang laporan keuangan dari Nvidia, sebuah perusahaan raksasa di bidang chip AI. Laporan tersebut dinilai akan menjadi penentu arah reli saham-saham teknologi global pada pekan ini.

Berdasarkan data yang dihimpun, beberapa indeks saham utama di Asia juga tercatat melemah pada perdagangan Senin kemarin. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,97 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 1,11 persen, CSI 300 China turun 0,54 persen, Taiex Taiwan berkurang 0,68 persen, dan ASX 200 Australia turun 1,45 persen.

Namun, indeks Kospi Korea Selatan menunjukkan penguatan tipis sebesar 0,31 persen.

Fanny Suherman menambahkan bahwa level support IHSG berada di kisaran 6.460-6.500, sementara level resistance berada di rentang 6.650-6.700.