Mitigasi Kelangkaan LPG: Pertamina Siapkan Peralihan ke Minyak Tanah

oleh -6 Dilihat
Mitigasi Kelangkaan LPG: Pertamina Siapkan Peralihan ke Minyak Tanah

KabarDermayu.com – PT Pertamina Patra Niaga tengah mempersiapkan strategi mitigasi untuk mengatasi potensi kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Provinsi Papua Barat. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap ketegangan geopolitik global yang dapat memengaruhi pasokan energi.

Salah satu skenario yang disiapkan adalah peralihan sementara penggunaan minyak tanah bagi masyarakat yang terdampak. Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Papua Barat, Ahmad Sofyan Halim, menjelaskan bahwa kebutuhan minyak tanah pengganti LPG diperkirakan mencapai 421 kiloliter (KL) selama periode tiga bulan.

Perhitungan ini didasarkan pada data realisasi konsumsi LPG sebelumnya. Sofyan merinci bahwa 1 metrik ton LPG setara dengan penggunaan 1,96 kiloliter minyak tanah. Sebaliknya, 1 kiloliter minyak tanah setara dengan 0,8 metrik ton LPG.

Sofyan menegaskan bahwa stok minyak tanah di Papua Barat masih mencukupi meskipun skenario mitigasi ini diterapkan. Penyaluran tambahan 421 kiloliter minyak tanah akan membuat total penyaluran mencapai sekitar 6.375 kiloliter, yang masih berada di bawah kuota triwulanan yang tersedia.

Ia menekankan bahwa Pertamina tidak berharap kelangkaan LPG terjadi. Namun, jika hal itu benar-benar terjadi, masyarakat dapat dialihkan sementara ke penggunaan minyak tanah untuk memenuhi kebutuhan energi mereka.

Lebih lanjut, Sofyan memaparkan bahwa kuota minyak tanah untuk tujuh kabupaten di Papua Barat pada tahun 2026 adalah sebesar 27.182 kiloliter. Kebutuhan per tiga bulan diperkirakan mencapai 6.796 kiloliter.

Realisasi penyaluran minyak tanah dari Januari hingga April 2026 tercatat sebesar 29 persen dari kuota yang ada. Penyaluran kepada masyarakat selama periode tersebut telah mencapai 7.898 kiloliter.

Alokasi minyak tanah untuk masing-masing kabupaten di Papua Barat pada tahun 2026 adalah sebagai berikut:

  • Manokwari: 11.469 kiloliter
  • Fakfak: 5.908 kiloliter
  • Teluk Bintuni: 3.626 kiloliter
  • Kaimana: 2.800 kiloliter
  • Manokwari Selatan: 1.429 kiloliter
  • Teluk Wondama: 1.274 kiloliter
  • Pegunungan Arfak: 676 kiloliter

Sofyan juga menyebutkan bahwa kuota minyak tanah Papua Barat untuk tahun 2026 mengalami peningkatan sebesar 2.066 kiloliter dibandingkan dengan tahun 2025, yang tercatat sebanyak 25.116 kiloliter.

Baca juga: Presiden Irlandia: Adik Jadi Aktivis GSF yang Ditangkap Israel

Skenario peralihan sementara ke minyak tanah ini akan difokuskan pada wilayah-wilayah yang memiliki tingkat konsumsi LPG tertinggi. Wilayah tersebut meliputi Manokwari, Fakfak, dan Teluk Bintuni, demi memastikan masyarakat di daerah tersebut tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan energi mereka.