5 Saham Potensial Cuan Pilihan Analis, IHSG Diprediksi Anjlok ke 5.900

oleh -7 Dilihat
5 Saham Potensial Cuan Pilihan Analis, IHSG Diprediksi Anjlok ke 5.900

KabarDermayu.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami koreksi lebih lanjut pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026. Prediksi ini muncul setelah IHSG ditutup anjlok 1,85 persen pada sesi sebelumnya, berakhir di level 6.599,24.

Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menilai bahwa IHSG telah menembus level support Fibonacci 6587 secara agresif pada Senin, 18 Mei 2026. Belum terlihat adanya tanda perlambatan dari tekanan jual yang mendorong indeks semakin mendekati level Fibonacci retracement berikutnya di angka 6.363.

Menurut Ivan, jika IHSG menembus level 6.363, maka pengujian ulang terhadap level 5.911 akan sangat mungkin terjadi. Hal ini menunjukkan potensi penurunan yang signifikan.

Adapun level support IHSG yang perlu dicermati berada di area 6.363, 6.253, 6.098, dan 5.911. Sementara itu, level resistance berada di posisi 6.787, 7.001, dan 7.207.

Ilustrasi IHSG

Photo :

  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Meskipun IHSG sedang berada di bawah tekanan jual, Ivan memproyeksikan beberapa emiten masih menunjukkan kinerja yang solid dan berpotensi memberikan keuntungan bagi investor. Berikut adalah rekomendasi saham pilihan yang menarik untuk dicermati:

PT Indah Kiat Pulp Paper Tbk (INKP)

  • Rekomendasi : Speculative Buy
  • Area beli : 7.600-7.750
  • Target harga : 9.075

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

  • Rekomendasi : Buy on Weakness
  • Area beli : 2.230-2.270
  • Target harga : 2.650

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)

  • Rekomendasi : Speculative Buy
  • Area beli : 480-500
  • Target harga : 585

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)

  • Rekomendasi : Buy on Weakness
  • Area beli : 1.950-2.050
  • Target harga : 2.630

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

Baca juga: Ratusan Kepala Kampung Raja Ampat Ikuti Retret Mewah

  • Rekomendasi : Buy on Weakness
  • Area beli : 1.600-1.700
  • Target harga : 2.000

Penting bagi investor untuk selalu melakukan analisis mendalam dan mempertimbangkan toleransi risiko sebelum mengambil keputusan investasi.