Purbaya: Sentimen Jangka Pendek, Tenangkan Pasar Saat IHSG Anjlok

oleh -8 Dilihat
Purbaya: Sentimen Jangka Pendek, Tenangkan Pasar Saat IHSG Anjlok

KabarDermayu.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa pemerintah akan terus berupaya menjaga fundamental ekonomi Indonesia meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026.

Menurut Purbaya, kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini dinilai cukup kuat. Penurunan kinerja pasar modal pada hari itu dianggap hanya bersifat sementara dan dipengaruhi oleh sentimen pasar jangka pendek.

Oleh karena itu, Purbaya meyakini bahwa kinerja IHSG masih dapat diperbaiki. Pelemahan yang terjadi saat ini hanya merupakan imbas dari sentimen pasar jangka pendek.

“Enggak apa-apa, nanti kita perbaiki. Sekarang fondasi ekonominya bagus. Itu masalah sentimen jangka pendek,” kata Purbaya di kawasan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Senin, 18 Mei 2026.

Purbaya menegaskan fokusnya adalah menjaga fondasi ekonomi agar pertumbuhan negara tidak terganggu.

Pemerintah, melalui bank-bank Himbara, telah mengambil langkah dengan masuk ke pasar obligasi untuk menstabilkan kinerja pasar dan mencegah gejolak yang lebih besar.

Ia optimistis bahwa intervensi pemerintah ini akan memberikan peningkatan yang signifikan secara bertahap. Strategi ini juga diharapkan dapat membantu pergerakan nilai tukar rupiah.

“Mulai hari ini akan kita masuk dengan lebih signifikan lagi sehingga pasar obligasinya terkendali, sehingga asing yang pegang obligasi nggak keluar karena takut misalnya ada capital loss gara-gara harga obligasi turun,” ujar Purbaya.

“Itu sekarang kan bisa membantu pergerakan rupiah sedikit,” tambahnya.

Pemerintah akan fokus menjaga fondasi ekonomi dengan memastikan perkembangan ekonomi tidak terganggu, di tengah anjloknya IHSG.

Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, menekankan pentingnya menjaga stabilitas pasar modal.

Penurunan IHSG pada Senin, 18 Mei 2026, dianggap sebagai dampak sentimen jangka pendek yang tidak akan berlangsung lama.

Pemerintah melalui bank-bank Himbara telah melakukan intervensi di pasar obligasi.

Langkah ini bertujuan untuk mengendalikan pasar obligasi dan mencegah keluarnya investor asing akibat kekhawatiran capital loss.

Purbaya meyakini bahwa intervensi ini akan memberikan dampak positif pada pergerakan nilai rupiah.

Ia menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini dalam kondisi yang baik, sehingga penurunan pasar modal hanya bersifat sementara.

Fokus utama pemerintah adalah memastikan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dan tidak terganggu oleh fluktuasi pasar jangka pendek.

Intervensi di pasar obligasi diharapkan dapat menenangkan investor dan menjaga kepercayaan pasar.

Strategi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi secara keseluruhan.

Purbaya juga mengapresiasi peran bank-bank Himbara dalam mendukung kebijakan stabilisasi pasar.

Kerja sama antara pemerintah dan lembaga keuangan sangat penting dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan pasar dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Stabilitas pasar modal adalah salah satu kunci untuk menjaga kepercayaan investor.

Dampak positif dari stabilisasi pasar obligasi diharapkan dapat dirasakan dalam pergerakan nilai tukar rupiah.

Purbaya berharap sentimen pasar jangka pendek ini segera mereda dan IHSG dapat kembali ke jalur penguatan.

Pemerintah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi semua pihak.

Kesiapan pemerintah dalam menghadapi gejolak pasar menunjukkan komitmen terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Langkah intervensi ini diharapkan dapat memberikan sinyal positif kepada investor domestik maupun asing.

Purbaya menegaskan bahwa fundamental ekonomi yang kuat menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan.

Dengan menjaga fondasi ekonomi, pertumbuhan jangka panjang dapat terus dioptimalkan.

Peran bank-bank Himbara dalam menjaga likuiditas pasar sangatlah krusial.

Pemerintah optimis bahwa strategi yang diterapkan akan membuahkan hasil yang positif.

Stabilitas nilai tukar rupiah juga menjadi salah satu prioritas dalam kebijakan ekonomi.

Purbaya menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara pemerintah dan pelaku pasar.

Informasi yang transparan dapat membantu menenangkan sentimen pasar.

Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Langkah-langkah stabilisasi ini diharapkan dapat menjadi penopang penting bagi pemulihan IHSG.

Baca juga: Pemberhentian AKP Deky dari Polri Akibat Keterlibatan Kasus Narkoba

Sentimen pasar yang positif akan mendorong pertumbuhan pasar modal secara berkelanjutan.