IHSG Anjlok 1,32% di Pembukaan, Bursa Asia Variatif, Wall Street Turun

oleh -6 Dilihat
IHSG Anjlok 1,32% di Pembukaan, Bursa Asia Variatif, Wall Street Turun

KabarDermayu.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka dengan pelemahan signifikan pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026. IHSG tercatat anjlok 1,32 persen atau 84 poin, dan dibuka pada level 6.286.

Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, memberikan pandangannya mengenai pergerakan IHSG hari ini. Ia memprediksi adanya potensi rebound teknikal jangka pendek.

Menurut Fanny, IHSG berpotensi menguat ke level 6.450. Namun, ia mengingatkan agar investor tetap berhati-hati dan melakukan strategi sell on high karena masih ada kemungkinan koreksi lanjutan.

Pergerakan bursa saham Asia pada perdagangan Selasa kemarin menunjukkan variasi. Sementara itu, pasar obligasi mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sebelumnya mengalami aksi jual yang tajam.

Sentimen pasar secara global membaik setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menunda rencana serangan terhadap Iran. Trump juga menyatakan adanya peluang besar untuk mencapai kesepakatan nuklir dengan Teheran, yang berujung pada penurunan harga minyak.

Pada Senin, 18 Mei 2026, Trump mengumumkan penundaan serangan terhadap Iran. Langkah ini diambil untuk memberikan ruang bagi negosiasi guna mengakhiri konflik di Timur Tengah, menyusul proposal perdamaian baru yang diajukan oleh Iran ke Washington.

Trump juga menambahkan bahwa terdapat “peluang sangat besar” bagi Amerika Serikat dan Iran untuk mencapai kesepakatan yang dapat mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir. Meskipun demikian, investor masih cenderung berhati-hati, terutama setelah pasar diguncang oleh serangan drone di Uni Emirat Arab pada akhir pekan sebelumnya.

Di pasar Asia, indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,44 persen. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong menguat 0,48 persen, dan CSI 300 China naik 0,40 persen. Taiex Taiwan tercatat melemah 1,75 persen, ASX 200 Australia melonjak 1,17 persen, dan Kospi Korea Selatan merosot 3,25 persen.

Fanny Suherman menetapkan level support IHSG berada di kisaran 6.200-6.300. Sementara itu, level resistance IHSG diprediksi berada di rentang 6.400-6.450.

Perlu diketahui, indeks saham-saham di Wall Street juga kembali mengalami penurunan pada perdagangan Selasa kemarin. Pelemahan ini seiring dengan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat yang memicu kekhawatiran mengenai keberlanjutan rally pasar saham global.

Baca juga: Prabowo Presiden Pertama Bacakan KEM PPKF, Anggota DPR Sebut Ini Tradisi Baru

Indeks S&P 500 tercatat turun sebesar 0,67 persen. Nasdaq Composite terkoreksi 0,84 persen, dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,65 persen. Selain itu, pelaku pasar juga mencermati pergantian kepemimpinan di The Fed, menjelang pelantikan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed pada Jumat mendatang.