KabarDermayu.com – Talenta muda di sektor tunggal putri Indonesia kembali menunjukkan taringnya. Pebulu tangkis muda, Thalita Ramadhani Wiryawan, berhasil mengamankan satu tempat di babak utama turnamen BWF World Tour Super 500 Malaysia Masters 2026. Ia membuktikan diri mampu melewati fase kualifikasi yang ketat.
Bertanding di Axiata Arena, Kuala Lumpur, pada Selasa (19/5), Thalita yang baru berusia 18 tahun menampilkan performa yang patut diacungi jempol. Ia menunjukkan mental juang yang tinggi saat menghadapi wakil Taiwan, Chen Su Yu. Dalam pertandingan yang berlangsung sengit hingga tiga gim, Thalita akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 16-21, 22-20, dan 21-14.
“Pertandingannya lancar walaupun sampai rubber game,” ujar Thalita usai pertandingan, seperti dikutip dari laman resmi BWF. Pernyataannya menunjukkan bahwa meskipun harus berjuang keras, ia mampu menjaga fokus dan performanya.
Melanjutkan Tren Positif dari Piala Uber dan Thailand Open
Baca juga: Muhammadiyah Tuntut PBB Bertindak Usai Jurnalis RI Ditangkap Israel
Keberhasilan Thalita menembus babak utama Malaysia Masters 2026 ini bukan sekadar kebetulan. Prestasi ini semakin mempertegas tren positif yang sedang ia raih dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, Thalita telah mencuri perhatian publik bulu tangkis berkat penampilan gemilangnya bersama tim Merah Putih di ajang Piala Uber 2026 yang diselenggarakan di Horsens, Denmark.
Dalam turnamen beregu putri paling bergengsi tersebut, Thalita tampil mengejutkan dengan berhasil mengalahkan pemain andalan Korea Selatan, Sim Yu Jin. Kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-19 itu menjadi satu-satunya poin yang berhasil diraih Indonesia saat takluk 1-3 dari Korea Selatan di babak semifinal. Selain itu, ia juga sukses menaklukkan wakil Kanada, Wen Yu Zhang, dengan skor 21-16, 21-19.
Performa impresif Thalita tidak berhenti di situ. Ia melanjutkan tren positifnya di ajang Thailand Open yang berlangsung pekan sebelumnya. Di turnamen tersebut, Thalita berhasil mengalahkan tunggal putri Myanmar, Thet Htar Thuzar, dengan skor 21-18, 21-14. Selanjutnya, ia memberikan perlawanan yang sangat ketat kepada mantan juara dunia asal Thailand, Ratchanok Intanon, dalam duel tiga gim yang berakhir dengan skor 16-21, 21-19, dan 15-21.
Kian Percaya Diri Menantang Pemain Elite Dunia
Berkat rentetan hasil positif yang diraihnya, pebulu tangkis yang kini menempati peringkat 56 dunia ini merasa modal kepercayaan dirinya semakin bertambah untuk bersaing di level tertinggi. Meskipun demikian, Thalita tetap membumi dan menyadari bahwa masih banyak aspek yang perlu ia evaluasi dan tingkatkan.
“Saya merasa sudah siap bersaing dengan pemain top, tapi masih harus latihan lebih keras karena masih ada kekurangan. Saya ingin setiap latihan benar-benar maksimal,” tutur Thalita. Pernyataannya mencerminkan kedewasaan dan ambisinya untuk terus berkembang.
Ia menambahkan bahwa atmosfer kompetisi yang panas di Denmark saat Piala Uber lalu telah menjadi guru terbaik dalam mematangkan mentalitas bertandingnya. Pengalaman tersebut sangat berharga baginya.
“Horsens memberikan pengalaman yang sangat berharga, terutama saat semifinal. Saya tidak mau pengalaman itu sia-sia. Saya ingin bermain lebih baik lagi di sini dibanding pekan lalu,” tambahnya dengan penuh optimisme. Semangat juang ini menjadi modal penting dalam menghadapi turnamen-turnamen besar.
Kehadiran Thalita Ramadhani Wiryawan bersama kompatriot mudanya, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, kini memunculkan harapan baru bagi sektor tunggal putri Indonesia. Angin segar ini hadir di tengah situasi yang menantang, yaitu absennya Gregoria Mariska Tunjung karena cedera dan keputusannya untuk mundur dari Pelatnas PBSI. Sementara itu, Putri Kusuma Wardani masih menjadi andalan utama Indonesia di level elite dunia.





