Trump Akui Pasok Senjata ke Oposisi Iran untuk Picu Kerusuhan

oleh -5 Dilihat
Trump Akui Pasok Senjata ke Oposisi Iran untuk Picu Kerusuhan

KabarDermayu.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuka suara mengenai dukungan Washington terhadap kelompok oposisi di Iran. Dalam sebuah sesi bersama wartawan di Oval Office Gedung Putih, Trump menyatakan adanya pihak-pihak di Iran yang siap melakukan perlawanan terhadap pemerintahan negara tersebut.

Ia menyebut kelompok tersebut sebagai ‘rakyat Iran’ dan menggambarkan aksi mereka sebagai gerakan turun ke jalan. Trump mengklaim bahwa kelompok-kelompok tersebut tidak memiliki senjata yang memadai untuk melakukan perlawanan.

Pernyataan ini bukan kali pertama Trump menyinggung soal dukungan AS terhadap oposisi Iran. Pada awal tahun ini, Trump secara terbuka mengakui niat Amerika Serikat untuk mempersenjatai kelompok tersebut.

Ia pernah menyatakan, “Kami mengirim senjata, banyak senjata. Anda tahu apa yang terjadi? Orang-orang yang kami kirimi senjata itu malah menyimpannya sendiri.”

Dalam pernyataan terbarunya, Trump menambahkan bahwa Amerika Serikat mengirimkan senjata kepada kelompok Kurdi. Namun, ia kecewa karena kelompok tersebut tidak menyalurkan senjata itu kepada kelompok oposisi Iran sebagaimana yang diharapkan.

“Orang Kurdi mengecewakan kami. Mereka hanya mengambil, mengambil, mengambil… Saya sangat kecewa pada orang Kurdi,” ujar Trump.

Pernyataan Trump ini muncul setelah Iran dilanda gelombang kerusuhan dan aksi teror di berbagai wilayah pada akhir Desember hingga awal Januari. Selama periode tersebut, kelompok-kelompok yang dilaporkan telah dipersiapkan dan dilatih oleh badan intelijen Amerika Serikat dan Israel disebut turun ke jalan dan melakukan penembakan terhadap warga sipil serta aparat keamanan.

Ribuan orang, termasuk perempuan dan anak-anak, dilaporkan tewas dalam rangkaian peristiwa tersebut. Aksi ini disebut memanfaatkan protes ekonomi yang awalnya damai.

Republik Islam Iran mengecam keras kebijakan yang mereka sebut sebagai strategi lama Amerika Serikat. Strategi ini dianggap bertujuan membentuk, mendanai, dan mempersenjatai kelompok teroris di Asia Barat dan wilayah lainnya.

Iran menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB serta prinsip-prinsip dasar hukum internasional. Teheran juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengutuk dan menghadapi tindakan semacam itu.

Pernyataan Trump ini juga muncul setelah agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada akhir Februari.

Baca juga: Medela Potentia Bagikan Dividen 2025 Senilai Rp 176,56 Miliar, Simak Jadwalnya

Trump memang mengumumkan gencatan senjata pada 8 April, menyusul serangan balasan Iran yang disebut cukup besar. Namun, hingga kini, Washington dilaporkan masih terus menekan Iran melalui blokade laut yang dianggap ilegal.