Keseimbangan Pengawasan dan Insentif untuk Daerah Berprestasi, Kata Mendagri

oleh -6 Dilihat
Keseimbangan Pengawasan dan Insentif untuk Daerah Berprestasi, Kata Mendagri

KabarDermayu.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengawasan dan pemberian insentif bagi pemerintah daerah (Pemda). Pendekatan ganda ini dianggap krusial untuk mendorong peningkatan kinerja daerah secara berkesinambungan.

Penegasan tersebut disampaikan Mendagri saat Malam Anugerah Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Kalimantan yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Platinum Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Selasa, 5 Mei 2026.

Mendagri mengakui bahwa selama ini, pembinaan terhadap Pemda cenderung lebih fokus pada aspek pengawasan. Ia berpendapat bahwa ke depan, pendekatan ini perlu diimbangi dengan pemberian apresiasi sebagai bentuk motivasi.

“Saya jujur saja, selama lima tahun jadi Mendagri pertama, [saya] mikir, ini kita ‘stick’ terus. Ibarat kelinci itu kan ada istilah stick and carrot. Kita kok [lebih banyak] nakut-nakutin mulu, ‘stick’ [aja], mana carrot-nya,” ujar Tito Karnavian.

Menurutnya, keseimbangan antara pengawasan dan insentif menjadi sangat penting dalam konteks sistem pemerintahan Indonesia yang tidak menerapkan desentralisasi penuh. Ia menjelaskan bahwa sistem yang berjalan saat ini merupakan bentuk desentralisasi parsial, yang berarti pemerintah pusat tetap memiliki peran aktif dalam pembinaan dan pengendalian daerah.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus berupaya memperkuat program pembinaan daerah. Salah satu caranya adalah dengan memberikan apresiasi kepada Pemda yang menunjukkan kinerja baik.

Mendagri menegaskan bahwa pemberian penghargaan ini diharapkan dapat memicu Pemda untuk terus meningkatkan kinerja mereka. Selain itu, penghargaan ini juga diharapkan mendorong inovasi dalam tata kelola pemerintahan di setiap daerah.

Lebih lanjut, ia menyoroti peningkatan anggaran Kemendagri pada tahun 2026. Anggaran ini dipandang sebagai peluang untuk memperkuat pendekatan pembinaan yang lebih seimbang, menggabungkan pengawasan dan insentif.

“Saya langsung nyampaikan kepada internal, … saya bilang, kita go ahead, jalan terus [untuk memberikan insentif kepada daerah]. Saya yakin bisa,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kemendagri memberikan penghargaan kepada Pemda yang dinilai berprestasi. Apresiasi ini merupakan bagian dari upaya mendorong peningkatan kinerja dan inovasi di berbagai daerah. Penghargaan tersebut diberikan dalam empat kategori utama, yaitu penurunan tingkat pengangguran, penanggulangan kemiskinan dan stunting, pengendalian inflasi, serta creative financing.

Pada kategori penurunan tingkat pengangguran, Kabupaten Barito Utara berhasil meraih predikat Terbaik I untuk tingkat kabupaten. Posisi kedua dan ketiga diraih oleh Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Murung Raya. Untuk tingkat kota, Kota Bontang dinobatkan sebagai Terbaik I, sementara Kota Palangka Raya meraih Terbaik II. Di tingkat provinsi, Provinsi Kalimantan Utara keluar sebagai pemenang.

Dalam kategori penanggulangan kemiskinan dan stunting, Kabupaten Tapin meraih predikat Terbaik I untuk tingkat kabupaten. Diikuti oleh Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Untuk tingkat kota, Kota Banjarbaru menjadi Terbaik I, sedangkan Kota Palangka Raya meraih Terbaik II. Provinsi Kalimantan Selatan berhasil meraih penghargaan di tingkat provinsi.

Selanjutnya, pada kategori pengendalian inflasi, Kabupaten Sukamara meraih predikat Terbaik I untuk tingkat kabupaten. Kabupaten Gunung Mas dan Kabupaten Pulang Pisau menempati posisi kedua dan ketiga. Untuk tingkat kota, Kota Samarinda menjadi Terbaik I, sementara Kota Banjarmasin meraih Terbaik II. Provinsi Kalimantan Barat berhasil meraih penghargaan di tingkat provinsi.

Adapun pada kategori creative financing, Kabupaten Kotabaru meraih predikat Terbaik I untuk tingkat kabupaten. Diikuti oleh Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Kotawaringin Barat. Untuk tingkat kota, Kota Samarinda kembali meraih predikat Terbaik I, sedangkan Kota Palangka Raya meraih Terbaik II. Provinsi Kalimantan Barat kembali menunjukkan prestasinya dengan meraih penghargaan di tingkat provinsi.

Baca juga: Indonesia Bidik Enam Besar di Asian Games 2026 dengan Tim Loncat Indah

Sebagai bentuk apresiasi atas capaian tersebut, Kemendagri memberikan insentif fiskal kepada para pemenang. Besaran insentifnya adalah Rp1 miliar untuk predikat Terbaik III, Rp2 miliar untuk Terbaik II, dan Rp3 miliar untuk predikat Terbaik I serta untuk penghargaan di tingkat provinsi. (LAN)