Potensi Menag Nasaruddin Umar Jadi Ketum PBNU, Gus Ipul Beri Komentar

oleh -6 Dilihat
Potensi Menag Nasaruddin Umar Jadi Ketum PBNU, Gus Ipul Beri Komentar

KabarDermayu.com – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyatakan bahwa Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memiliki potensi untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU mendatang.

Gus Ipul menjelaskan bahwa Nasaruddin Umar sebelumnya pernah menjabat sebagai Katib Aam PBNU. Ia menambahkan bahwa beberapa ketua umum PBNU sebelumnya juga pernah memegang posisi Katib Aam sebelum akhirnya memimpin organisasi.

“Salah satu yang berpotensi ya, kalau bicara itu salah satu yang berpotensi karena Pak Nasaruddin Umar juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya, Gus Yahya dulu juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya, Kyai Said kalau nggak salah sebelumnya juga pernah jadi Katib Aam,” ujar Gus Ipul kepada awak media di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Jumat, 8 Mei 2026.

“Jadi semuanya sebenernya punya potensi ya, punya potensi tinggal berkenan apa nggak,” lanjutnya.

Gus Ipul menekankan bahwa PBNU selalu membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin mencalonkan diri sebagai ketua umum. Ia menegaskan bahwa PBNU tidak pernah kekurangan kader berkualitas yang siap memimpin.

“Semua diberi kesempatan, semua diberi kesempatan untuk bisa mencalonkan diri apalagi Nahdlatul Ulama ini besar, tidak akan kekurangan kader untuk menjadi ketua umum. Banyak sekali yang saya kira siap untuk menjadi ketua umum memiliki kriteria yang cukup,” tuturnya.

Sebelumnya, telah diberitakan bahwa sejumlah kiai sepuh dari jajaran Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan silaturahmi ke kediaman Rais Aam PBNU, KH. Miftachul Akhyar, pada Selasa malam, 5 Mei 2026.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk konsolidasi dan menunjukkan dukungan terhadap upaya Rais Aam dalam mendorong percepatan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Dalam suasana pertemuan yang hangat, para kiai sepuh menyatakan dukungan penuh kepada Rais Aam agar muktamar dapat segera diselenggarakan. Hal ini dianggap sebagai bagian dari ikhtiar untuk menjaga soliditas organisasi dan keberlanjutan kepemimpinan di tubuh PBNU.

Beberapa kiai yang turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain KH Anwar Iskandar, KH Afifuddin Muhajir, KH Aniq Muhammadun, KH Sadid Jauhari, KH Muhibbul Aman Aly, KH Tonthowi Jauhari Musaddad, dan KH Imam Buchori.

Selanjutnya, Rais Aam PBNU meminta agar seluruh kebutuhan teknis pelaksanaan muktamar segera diselesaikan. Hal ini bertujuan agar agenda besar organisasi tersebut dapat berjalan sesuai rencana dan penuh dengan kekhidmatan.

“Rais Aam PBNU meminta agar persiapan teknis segera dituntaskan, sehingga pelaksanaan Muktamar ke-35 NU tidak mengalami hambatan,” tegas KH. Ahmad Tajul Mafakhir, Katib PBNU, dalam keterangan tertulisnya pada Rabu, 6 Mei 2026.

Lebih lanjut, Rais Aam juga mengusulkan agar Muktamar ke-35 NU dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 5 Agustus 2026.

“Rais Aam mendorong agar Muktamar ke-35 NU dilaksanakan pada 1-5 Agustus 2026 mendatang dan disetujui oleh Ketum PBNU,” pungkas Kiai Tajul.

Baca juga: Penyalur ART Ungkap Riwayat Erin, Sebut Yayasan Sudah Sering Menolaknya

Dalam konteks lain, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam juga disebut-sebut mendapat dukungan penuh untuk memimpin PBNU. Gus Rosikh menjelaskan bahwa NU di usianya yang memasuki abad kedua membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara personal, tetapi juga memiliki visi dan arah gerakan yang jelas.