Doa untuk Ekonomi RI saat Haji: Purbaya Yakin Kaya Bersama dalam Tiga Tahun

oleh -5 Dilihat
Doa untuk Ekonomi RI saat Haji: Purbaya Yakin Kaya Bersama dalam Tiga Tahun

KabarDermayu.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan memiliki harapan dan doa khusus yang akan dipanjatkannya saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Rencananya, Purbaya akan berangkat menunaikan ibadah haji pada akhir Mei 2026.

Ketika ditanya mengenai doa yang akan dipanjatkannya di depan Ka’bah, Purbaya menyebut salah satunya adalah agar perekonomian nasional dapat tumbuh lebih cepat. Ia berharap perubahan positif tersebut dapat segera dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat Indonesia dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.

“Doanya itu adalah supaya ekonomi kita bagus terus, pertumbuhannya makin kuat, jadi tiga tahun lagi kita kaya bareng-bareng,” ujar Purbaya saat ditemui di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Rabu, 6 Mei 2026.

Mengenai jadwal keberangkatannya untuk ibadah haji, Purbaya memperkirakan akan berangkat pada tanggal 21 Mei 2026. “Kalau jadi, insyaallah (berangkatnya) tanggal 21,” ucapnya.

Terkait dengan capaian pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen pada kuartal I-2026, Purbaya menilai hal tersebut sebagai indikasi bahwa Indonesia telah berhasil keluar dari jebakan tren pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen.

Baca juga: Polisi dan Dishub Diminta Atur Parkir Blok M yang Semrawut

“Kita sudah keluar dari kutukan pertumbuhan (ekonomi di kisaran) 5 persen. Sudah dua triwulan kan, 5,39 persen (di kuartal IV-2025) dan 5,61 persen (di kuartal I-2026). Jadi kita harapkan ke depannya makin cepat, makin cepat, makin cepat. Kita akan jaga momentum pertumbuhan yang ada,” jelas Purbaya.

Purbaya menegaskan bahwa di tengah kondisi perekonomian global yang semakin tidak menentu, pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional ini merupakan sebuah prestasi yang sangat berarti bagi Indonesia.

Ia bahkan menilai pencapaian tersebut sebagai sebuah keajaiban, karena berhasil diraih tanpa pemerintah perlu mengeluarkan tambahan uang dan anggaran, namun pertumbuhan ekonomi justru melesat cukup tinggi.

“Kalau saya bilang sih ini keajaiban ya. Dengan anggaran yang sama, tanpa uang tambahan, kita bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat,” kata Purbaya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, hal ini dapat terjadi berkat adanya relokasi dana dari Bank Indonesia ke perbankan, serta berbagai program lain yang dijalankan. “Artinya, saya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa modal,” imbuhnya.