Pertamina Gandeng LanzaTech untuk Investasi Energi Bersih Berbasis Teknologi

oleh -5 Dilihat
Pertamina Gandeng LanzaTech untuk Investasi Energi Bersih Berbasis Teknologi

KabarDermayu.com – Pertamina menjalin kerja sama strategis dengan LanzaTech melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang bertujuan untuk mengembangkan solusi energi bersih berbasis teknologi. Kesepakatan ini dicapai di sela-sela acara Offshore Technology Conference (OTC) yang diselenggarakan di Houston.

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, bersama Chief Executive Officer LanzaTech, Jennifer Holmgren, menjadi pihak yang melakukan penandatanganan MoU tersebut.

LanzaTech dikenal sebagai perusahaan teknologi global yang inovatif. Mereka memiliki keahlian dalam mengubah gas buangan yang kaya karbon menjadi bahan bakar dan bahan kimia. Proses ini dilakukan melalui pemanfaatan fermentasi mikroba, sebuah teknologi yang berasal dari Amerika Serikat.

Dengan mengadopsi prinsip ekonomi sirkular, teknologi yang dikembangkan oleh LanzaTech tidak hanya membantu industri dalam mengurangi emisi karbon. Lebih dari itu, teknologi ini juga bertujuan untuk menciptakan nilai ekonomi baru serta memperkuat ketahanan energi.

Fokus utama dari kerja sama antara Pertamina dan LanzaTech adalah pada pengembangan teknologi yang mengubah sampah menjadi bahan bakar (waste to fuel). Secara spesifik, kolaborasi ini akan mengeksplorasi konversi sampah perkotaan menjadi etanol melalui proses fermentasi.

Inisiatif ini diproyeksikan akan memberikan solusi nyata terhadap permasalahan pengelolaan sampah yang kian mendesak. Di samping itu, kerja sama ini juga diharapkan membuka berbagai peluang baru di sektor energi alternatif dan industri kimia yang mengandalkan bahan baku dari karbon daur ulang.

Oki Muraza menyoroti dua tantangan besar yang dihadapi Indonesia saat ini. Pertama adalah peningkatan volume sampah perkotaan yang terus bertambah. Kedua adalah kebutuhan energi bersih yang juga mengalami lonjakan signifikan.

Data menunjukkan bahwa volume sampah nasional saat ini mencapai angka sekitar 56,6 ribu ton setiap harinya. Sementara itu, proyeksi kebutuhan etanol di Indonesia diperkirakan akan melonjak hingga mencapai sekitar 2,4 juta kiloliter pada tahun 2030.

“Melalui kerja sama ini, kami mendorong solusi konkret untuk mengubah tantangan menjadi peluang, dengan mengonversi sampah menjadi bahan bakar bernilai ekonomi sekaligus mendukung transisi energi,” ujar Oki Muraza, menekankan potensi positif dari kolaborasi ini.

Dari perspektif bisnis, kolaborasi ini membuka potensi pengembangan rantai nilai yang kuat berbasis ekonomi sirkuler. Rantai nilai ini mencakup seluruh proses mulai dari pengolahan sampah, produksi etanol, hingga pemanfaatan produk turunannya.

Baca juga: Ultah dengan Kue Bergambar Tali Gantungan, Menteri Israel dan Istri Dituding Punya Gangguan Jiwa

Produk turunan tersebut dapat berupa bahan bakar campuran yang lebih ramah lingkungan atau bahan baku penting bagi industri kimia. Model bisnis ini berpotensi besar untuk menciptakan sumber pendapatan baru bagi perusahaan.

Selain itu, model ini juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan limbah dan juga pemanfaatan energi secara keseluruhan.

Jennifer Holmgren menambahkan bahwa LanzaTech memiliki teknologi fermentasi yang canggih, yang berbasis pada mikroba. Teknologi ini memiliki kemampuan luar biasa untuk mengonversi berbagai jenis sumber karbon menjadi produk-produk bernilai tinggi, termasuk etanol.

Dengan rekam jejak global yang solid dan fasilitas komersial yang telah beroperasi di berbagai negara, LanzaTech menawarkan solusi yang terbukti. Teknologi mereka bersifat modular dan dapat dikembangkan dalam skala besar, memberikan fleksibilitas tinggi.

Fleksibilitas ini memungkinkan teknologi LanzaTech untuk diimplementasikan dan diintegrasikan dengan infrastruktur yang sudah ada. Hal ini termasuk integrasi dengan kilang minyak serta sistem pengelolaan sampah perkotaan.

Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi katalisator dalam pengembangan model ekonomi sirkuler yang terintegrasi secara menyeluruh. Selain itu, inisiatif ini juga akan berkontribusi pada peningkatan pasokan energi domestik.

Lebih lanjut, kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang investasi yang signifikan di sektor energi bersih yang didukung oleh inovasi teknologi. Potensi pengembangan teknologi ini dapat menjangkau berbagai kota besar di seluruh Indonesia.

Pertamina, sebagai salah satu perusahaan terdepan dalam upaya transisi energi di Indonesia, menunjukkan komitmennya yang kuat. Perusahaan ini mendukung penuh target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang memberikan dampak langsung terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Seluruh upaya yang dilakukan oleh Pertamina ini sejalan dengan transformasi perusahaan yang berorientasi pada tata kelola yang baik, pelayanan publik yang prima, keberlanjutan usaha, serta perlindungan terhadap lingkungan. Penerapan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) menjadi landasan di seluruh lini bisnis dan operasional Pertamina.